PSSI Tunjuk Operator ISL 2017, Dipimpin Iwan Budianto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siluet sejumlah pengurus mengikuti pelantikan dan pengukuhan pengurus PSSI masa bakti 2016-2020 di Balai Kartini, Jakarta, 27 Januari 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Siluet sejumlah pengurus mengikuti pelantikan dan pengukuhan pengurus PSSI masa bakti 2016-2020 di Balai Kartini, Jakarta, 27 Januari 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mematangkan persiapannya untuk menyelenggarakan liga profesional Indonesia, Liga Satu (pengganti Indonesia Super League) dan Liga Dua (pengganti Divisi Utama).

    Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah menetapkan operator baru untuk liga, dari sebelumnya PT Liga Indonesia yang dipimpin Djoko Driyono beralih ke PT Liga Indonesia Baru dengan Iwan Budianto, yang juga menjabat Kepala Staf Ketua Umum PSSI, di pucuk pimpinan.

    "Ini adalah titik mula yang penting bagi klub. Saat ini tinggal tersisa beberapa minggu lagi menuju kick off liga pada 26 Maret 2017 dan PSSI melalui operator menyelesaikan rencana strategis untuk waktu satu musim kompetisi," kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Jakarta, Jumat.

    Beberapa rencana strategis tersebut, lanjut Joko, menyangkut aspek teknis, termasuk sepak bola, seperti standardisasi klub, lisensi, jadwal dan lainnya. Selain itu ada aspek bisnis, terutama terkait rencana bisnis, sponsor dan tayangan televisi.

    PSSI sendiri memastikan Liga Satu dan Liga Dua akan bergulir dengan peraturan yang sudah diputuskan dalam rapat anggota Exco PSSI pada 8 Januari 2017 di Bandung. Beberapa regulasi yang penting adalah tentang kewjiban klub yang hanya boleh mengontrak tiga pemain asing dengan aturan dua plus satu atau dua pemain asing non-Asia dan satu pemain Asia.

    Kedua, setiap tim tidak boleh menggunakan jasa lebih dari dua pesepak bola berusia 35 tahun ke atas. Kemudian, klub juga diwajibkan mengontrak sedikit-dikitnya lima pemain dengan usia 23 tahun ke bawah (U-23) dengan tiga di antaranya harus dimainkan secara reguler.

    Joko mengatakan, walau peraturan ini sudah tetap, tetapi ada aspek-aspek rinci yang perlu dibahas lebih lanjut, terutama terkait pemain U-23.

    "Misalnya kalau ada pemain U-23 yang ditarik untuk pemusatan latihan tim nasional, entah satu atau dua atau tiga dan seterusnya, apakah klub wajib mencari pengganti atau kewajibannya gugur. Ini menjadi catatan. Kemudian apakah pemain muda itu harus dimainkan 90 menit atau tanpa pembatasan waktu. Bagaimana kalau kelima-limanya cedera, sakit," tutur dia.

    Mengenai adanya anggapan bahwa pembatasan pemain asing dapat menurunkan pamor liga, Joko menanggapi bahwa itu menjadi tantangan PSSI. Dia mengingatkan bahwa kebijakan PSSI adalah semata-mata untuk regenerasi dan meningkatkan kualitas tim nasional.

    PSSI pun berjanji akan mengawasi jalannya kompetisi dengan ketat agar kualitas pemain asing yng ada dapat dimaksimalkan.

    Sebagai informasi selain liga profesional, Liga Satu dan Liga Dua, secara "mandatory" atau wajib, PSSI juga menjalankan liga amatir yang disebut Liga Nusantara. Liga Dua dan Liga Nusantara akan diselenggarakan setelah Liga Satu mulai bergulir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.