Pesan Indra Sjafri di PSG-Academy: Ingat 3 Kemampuan Dasar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manager Pelatih Bali United Indra Sjafri (kanan) memegang jersey untuk Irfan Bachdim (kiri) yaitu pesepak bola yang baru bergabung dengan klub sepak bola Bali United saat perkenalan di Kuta, 12 Januari 2017. FOTO ANTARA

    Manager Pelatih Bali United Indra Sjafri (kanan) memegang jersey untuk Irfan Bachdim (kiri) yaitu pesepak bola yang baru bergabung dengan klub sepak bola Bali United saat perkenalan di Kuta, 12 Januari 2017. FOTO ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Paris Saint Germain-Academy (PSG Academy) yang bekerja sama dengan Bali United mengadakan latihan perdana di lapangan Tri Sakti, Kuta. Pelatih Bali United Indra Sjafri, bersama asisten Eko Purdjianto, dan Made Pasek Wijaya ikut memberikan materi latihan. Beberapa pemain Bali United, yaitu I Made Wardana, Diky Indriyana, Miftahul Hamdi, dan Irfan Bachdim juga ikut mendampingi para peserta PSG Academy.

    Sesi latihan perdana itu diikuti 56 peserta dari jenjang usia berbeda, 6-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. Indra Sjafri mengatakan ada tiga materi yang penting diajarkan kepada para peserta.

    "Paling penting usia muda, latihan passing, kontrol, dan dribble yang benar," katanya seusai mendampingi latihan, Sabtu, 28 Januari 2017.

    Ia menjelaskan kurikulum yang diberikan dipadukan antara PSG Academy dan Bali United. Menurut dia, setiap tahun ke depan akan banyak kegiatan yang diadakan untuk pembinaan usia muda. "Akan ada turnamen juga. Evaluasi setiap tiga bulan, kami akan berikan raport kepada orang tuanya," ujarnya.

    Menurut dia, tujuan dari kerja sama PSG Academy dan Bali United juga sebagai sumber pemain yang akan melengkapi skuad berjulukan Serdadu Tridatu itu. "Kami membina dari usia dini, supaya kami tahu latar belakang pemain yang akan kami rekrut untuk tim profesional. Itu memang tujuan kami untuk sumber pemain," katanya.

    Adapun Abadi Gunawan, 19 tahun, peserta PSG Academy yang datang dari Makassar sangat tertarik mengikuti latihan perdana. Di Bali ia tinggal sendiri untuk menimba ilmu sepak bola. "Saya kos di Bali. Saya tertarik bergabung di sini karena setahu saya Bali sedang mencari bibit-bibit muda," katanya. "Saya tahu (PSG Academy) dari Twitter dan Instagram."

    Demi mengejar keinginannya itu, sementara waktu Abadi Gunawan mengajukan cuti kuliah. Remaja yang akrab disapa Wawan itu berkeinginan untuk tinggal lebih lama di Bali. "Kalau bisa dua tahun asal ada kejelasan, saya ingin bergabung," kata mahasiswa Jurusan Olahraga, Universitas Negeri Makassar itu.

    Saat latihan perdana ia didampingi oleh pelatih Bali United U-21 I Wayan Arsana. "Sesi pembelajaran bagus, materi passing, kontrol, dan menendang bola," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.