Khawatir Bikin Rusuh, Polisi Magelang Bubarkan Rombongan Suporter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suporter sepak bola. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Ilustrasi suporter sepak bola. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Magelang – Kepolisian Resor Kota Magelang, Jawa Tengah, berhasil menghalau sejumlah suporter klub sepak bola PSS Sleman yang diduga akan membuat kegaduhan di Kota Magelang saat mereka menuju Jepara untuk mendukung tim mereka melawan Persijap.

    ”Kami berhasil menghalau mereka saat turun dari mobil dan memenuhi jalan raya di beberapa titik,” kata Kepala Polres Kota Magelang Ajun Komisaris Besar Hari Purnomo di Magelang, Rabu, 17 Mei 2017. 

    Ia mengatakan Polres Kota Magelang memberikan pengamanan cukup ketat kepada massa pendukung klub sepak bola PSS Sleman yang melintas di Kota Magelang, yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

    Hari menyebutkan pihaknya menurunkan 400 personel pengamanan, antara lain ditempatkan di persimpangan Soka (Armada), persimpangan Canguk, kawasan Pasar dan persimpangan Kebonpolo, serta area pertokoan.

    ”Kami juga menggandeng pihak TNI untuk ikut dalam pengamanan. Kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keributan atau tawuran selama mereka melintas di wilayah Kota Magelang,” katanya.

    Meski sudah mendapat pengamanan yang ketat, sejumlah oknum suporter sempat membuat kegaduhan di beberapa titik. Di antaranya persimpangan Canguk, kawasan persimpangan dan Pasar Kebonpolo, serta area sekitar Jalan Ahmad Yani Magelang.

    Mereka turun dari bus dan mobil yang dinaiki dan memenuhi ruas jalan. Aksi mereka ini membuat warga yang tengah beraktivitas di tempat-tempat tersebut ketakutan dan berlarian menghindar dari kerumunan massa.

    Namun, kata Hari, kejadian ini tidak sempat membuat suasana keruh. Sejumlah personel yang bertugas di titik-titik tersebut langsung sigap menghalau massa dan memerintahkan untuk masuk ke dalam kendaraan serta melanjutkan perjalanan.

    ”Tidak sampai terjadi keributan atau tawuran antara massa dan masyarakat sekitar. Kami berhasil menghalaunya, dan mereka pun melanjutkan perjalanan. Kami sayangkan mereka turun dari kendaraan dan membuat takut warga,” katanya.

    Hari mengatakan turunnya suporter ke jalan ini akan disampaikan ke korlap atau penanggung jawab suporter tersebut. Bukan tidak mungkin aparat akan meminta pertanggungjawaban penanggung jawab suporter itu.

    Ia menuturkan Polres Magelang Kota bersiaga penuh hingga malam hari untuk mengantisipasi mereka dalam perjalanan pulang dari Jepara. 

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.