Saat Pelatih Portugal Ditanya Isu Ronaldo Tinggalkan Real Madrid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Portugal, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi bersama rekannya Andre Silva usai mencetak gol ke gawang Latvia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia Grup B di stadion Skonto di Riga, Latvia, 9 Juni 2017. AP Photo

    Pemain timnas Portugal, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi bersama rekannya Andre Silva usai mencetak gol ke gawang Latvia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia Grup B di stadion Skonto di Riga, Latvia, 9 Juni 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos, menyatakan bosan terus-terusan ditanya tentang Cristiano Ronaldo. Karena itu ia memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan apapun terkait kapten Portugal itu.

    Sebelumnya, penyerang dengan julukan "CR7" itu dikabarkan akan meninggalkan Real Madrid. Ia juga dituding oleh otoritas Spanyol telah melakukan penghindaran pajak.

    Di sisi lain, Santos menilai pertanyaain itu tidak tepat ditanyakan kepada dirinya yang sedang fokus membawa Timnas Portugal untuk berlaga di Piala Konfederasi 2017.

    Baca: PSG Curi Start untuk Boyong Ronaldo dari Real Madrid  

    "Ini adalah kata terakhir soal Cristiano," kata Santos kepada wartawan pada jumpa pers menjelang pertandingan Piala Konfederasi 2017 melawan Meksiko dilansir dari ESPN, Sabtu.

    "Saya yakin semua orang ingin mengajukan pertanyaan yang sama, tapi kami mewakili Portugal dan bermain melawan Meksiko besok," tutur Santos.

    "Anda tahu bahwa saya mengenal Ronaldo selama bertahun-tahun, saya adalah pelatih terakhirnya di klub Portugal saat dia baru berusia 18 tahun," kata Santos.

    Kiper Portugal, Rui Patricio, juga mengomentari situasi Ronaldo dengan menyatakan bahwa mantan pemain Manchester United sedang "benar-benar fokus" untuk membantu timnya untuk Piala Konfederasi di Rusia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.