Sabtu, 24 Februari 2018

Hasil Piala Konfederasi 2017: Portugal Tertahan, Cile Menang

Oleh :

Tempo.co

Senin, 19 Juni 2017 04:43 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil Piala Konfederasi 2017: Portugal Tertahan, Cile Menang

    Pemain timnas Portugal, Cristiano Ronaldo melakukan selebrasi bersama sejumlah rekannya usai mencetak gol ke gawang Latvia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia Grup B di stadion Skonto di Riga, Latvia, 9 Juni 2017. Portugal kalahkan Latvia dengan skor akhir 3-0. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Piala Konfederasi 2017, yang berlangsung di Rusia, sudah memasuki hari kedua. Pada Ahad malam hingga Senin dinihari, 19 Juni 2017, Portugal, yang merupakan juara Eropa, secara mengejutkan ditahan Meksiko. Sedangkan Cile mampu menang atas Kamerun.

    Hasil selengkapnya

    Grup A
    Portugal 2-2 Meksiko
    Keterangan:  Gol Portugal oleh Ricardo Quaresma (35) dan Cedric Soares (86). Gol Meksiko Javier Hernandez (42) dan Hector Moreno (90).
    Baca: Piala Konfederasi: Meksiko Imbangi Portugal 2-2

    Grup B
    Kamerun 0-2 Cile
    Keterangan:  Gol Cile dicetak Arturo Vidal (82) dan Eduardo Vargas (90).

    Hasil sebelumnya:
    Rusia 2-0 Selandia Baru

    Jadwal Piala Konfederasi berikutnya:
    (disiarkan langsung RTV):

    Senin, 19 Juni 2017
    Australia vs Jerman (Pukul 22.00 WIB)

    Rabu, 21 Juni 2017
    Rusia vs Portugal (Pukul 22.00 WIB)

    Kamis, 22 Juni 2017
    Meksiko vs Selandia Baru (Pukul 01.00 WIB)
    Kamerun vs Australia (Pukul 22.00 WIB)

    Jumat, 23 Juni 2017
    Jerman vs Cile (Pukul 01.00 WIB)

    Sabtu, 24 Juni 2017
    Selandia Baru vs Portugal (Pukul 01.00 WIB)
    Meksiko vs Rusia (Pukul 22.00 WIB)

    Ahad, 25 Juni 2017
    Cile vs Australia (Pukul 22.00 WIB)
    Jerman vs Kamerun (Pukul 22.00 WIB)

    FIFA | NS


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.