Inilah Sepatu yang Menyeret Tersangka Penganiaya Ricko Andrean

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto sepatu yang diunggah di facebook oleh WFR, salah satu tersangka penganiayaan Ricko Andrean. (facebook.com)

    Foto sepatu yang diunggah di facebook oleh WFR, salah satu tersangka penganiayaan Ricko Andrean. (facebook.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - WFR, 19 tahun, menjadi tersangka kasus penganiayaan Ricko Andrean, salah seorang penonton pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 22 Juli 2017. Ia ditangkap polisi setelah mengunggah foto sepatunya di akun Facebooknya dengan menyatakan sepatu itu baru digunakan menendang dada korban.

    Baca juga: Keluarga Ikhlaskan Kepergian Ricko Andrean, tapi Hukum Harus Jalan

    Ricko Andrean adalah korban salah sasaran. Para pendukung Persib (Bobotoh) mengira Ricko adalah pendukung Persija yang menyelinap ke stadion karena tidak mengenakan atribut Persib. Padahal Ricko adalah Bobotoh. Akibat penganiayaan itu, Ricko akhirnya meninggal empat hari setelah dirawat.

    Sepatu milik WFR berwarna biru dengan bagian punggung terdapat logo Persib. Foto sepatu itu diambil dari atas, sehingga terlihat kaus kaki berwarna putih dan celana berwarna gelap.

    Di samping foto sepatu, pemilik akun Fahrul Rozax memasang foto seorang laki-laki yang diduga adalah WFR sedang berada di stadion.

    Baca juga: Pelaku Ini Pamer Sepatu untuk Menendang Ricko Andrean di FB

    Berdasarkan unggahan di akun Fahrul Rozax itu, polisi menangkap WFR. Sebelumnya, sejumlah akun milik Bobotoh banyak menampilkan screen shoot status sejumlah akun di FB yang menceritakan kebanggaan pengunggahnya karena telah menganiaya Ricko yang semula mereka kira anggota Jakmania.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo mengatakan WFR mengaku telah menendang Ricko Andrean di bagian dada. Atas kelakuannya WFR disangkakan Pasal 170 ayat 2 ke-3 e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang kekerasan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.