Minggu, 18 Februari 2018

Dilema Real Madrid Menyongsong Musim Baru: Gareth Bale atau Isco

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 10 Agustus 2017 04:15 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dilema Real Madrid Menyongsong Musim Baru: Gareth Bale atau Isco

    Pemain Real Madrid, Isco dan Gareth Bale berselebrasi usai berhasil menjebol gawang Real Betis dalam laga lanjutan La Liga di Benito Villamarin, Seville, Spanyol, 15 Oktober 2016. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan Madrid di semua ajang. AP Photo/Angel Fernandez

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberhasilan Real Madrid merebut gelar Piala Super Eropa, dengan mengalahkan Manchester United 2-1, menyisaka dilema buat pelatih Zinedine Zidane. Dilema itu menyangkut pilihan formasi tim terkait performa Isco dan Gareth Bale.

    Musim lalu Real memenangi gelar Liga Champions keduanya secara beruntun, juga merebut trofi Liga Spanyol. Zidane mampu memaksimalkan lini serang dengan mengubah formasi 4-4-2 dari 4-3-3 menyusul cedera yang menimpa Gareth Bale. Masalah Zidane saat ini adalah: bertahan dengan formasi 4-4-2 untuk musim baru, atau mengubahnya ke 4-3-3.

    Pada 4-4-2, Isco dipilih untuk menjadi ujung formasi berlian di lini tengah. Ia terhubung dengan sempurna dengan Cristiano Ronaldo, yang kini mengisi peran nomor punggung sembilan setelah bertahun-tahun menjadi pemain sayap kiri.

    Formasi itu cocok dengan kekuatan Real, dan Zidane kembali menggunakannya saat melawan Manchester United, meski Ronaldo dibangku cadangkan, sebab ia baru kembali berlatih setelah mendapat tambahan liburan musim panas.

    Baca: MU Ditekuk Real Madrid, Mourinho Tak Lagi Minati Bale

    Bale bermain di depan, bersama Karim Benzema, dan ia juga terhubung dengan baik dengan Isco. Pemain sayap Wales itu melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang dan kemudian mengkreasikan gol kemenangan Real, memainkan bola satu dua dengan Isco, yang membuat sang pengatur permainan dapat melepaskan tembakan melewati David de Gea.

    Ronaldo menyaksikan dari bangku pemain cadangan pada babak kedua, dan Zidane mengakui bahwa sang penyerang telah menemukan kebugarannya dan berpeluang dimainkan sejak awal saat melawan Barcelona di Piala Super Spanyol pada Minggu.

    "Ia baru berlatih bersama kami selama tiga hari, namun ia baik-baik saja dan memikirkan tentang pertandingan Minggu," kata Zidane.

    Namun dengan membaiknya penampilan Isco, kombinasi Bale-Benzema-Ronaldo tidak lagi menjadi opsi terbaik Real. Kualitas Isco tidak terbantahkan, dan ia merupakan favorit para penggemar.

    "Permainan dan golnya sangat bagus," kata Zidane setelah Piala Super. "Saya sangat senang dengan dia karena ia bertumbuh dan bertumbuh. Ia memiliki jiwa seni."

    Bagaimanapun, Isco memiliki profil terkecil, yang membuatnya paling mudah untuk dibangku cadangkan Zidane. Bale dan Ronaldo merupakan dua rekrutan termahal sepanjang masa, dan baik Zidane maupun presiden klub Florentino Perez menyayangi Benzema.

    Mengubah pola menjadi 4-3-3 mungkin membuat para bintangnya senang, namun itu dapat menghadirkan konsekuensi-konsekuensi negatif kepada Real Madrid, yang memberi masalah untuk segera dipecahkan Zidane. Ini adalah masalah yang akan disenangi para pelatih lain, namun jelas merupakan masalah serius.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.