Demi PSG, Mbappe dengan Berat Hati Tolak Pinangan Arsenal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Kylian Mbappe memamerkan jersey barunya saat diperkenalkan oleh Paris Saint Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, 6 September 2017. PSG memboyong Mbappe dari Monaco dengan opsi pembelian senilai 180 juta euro atau Rp 2,85 triliun pada musim depan. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Pesepakbola Kylian Mbappe memamerkan jersey barunya saat diperkenalkan oleh Paris Saint Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, 6 September 2017. PSG memboyong Mbappe dari Monaco dengan opsi pembelian senilai 180 juta euro atau Rp 2,85 triliun pada musim depan. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.COJakarta - Kylian Mbappe menyatakan telah menolak pinangan Manajer Arsenal Arsene Wenger demi bergabung dengan klub masa kecilnya, Paris Saint-Germain (PSG). Pemain itu dipinjamkan AS Monaco di musim ini dan akan dipermanenkan pada musim depan dengan nilai 180 juta euro.

    Striker tim nasional Prancis berusia 18 tahun ini mengakui Arsenal meminatinya dan ia sangat berat hati menolaknya. "Ya, saya sudah bertemu dengan Arsene Wenger, yang merupakan pelatih hebat. Dia memiliki reputasi yang hebat di sini, di Prancis, dia sangat dihormati dan tahu bagaimana mendidik pemain muda. Ini memang opsi yang riil bagi saya. Namun sudah pasti Paris Saint-Germain adalah opsi utama," kata Mbappe, seperti dikutip Daily Telegraph.

    Mbappe memilih bermain di barisan depan PSG, tim asuhan Unai Emery, yang juga diperkuat Neymar. "Kami sudah menghitung masak-masak kelebihan dan kekurangan semua klub, tapi keluarga saya menyatakan terserah saya. Ini keputusan yang panjang. Jadi ini terserah saya dan saya memutuskan datang ke sini agar berkembang," katanya.

    Mbappe, yang sejak kecil mendukung PSG, berkata dalam laman ESPN, "Bagi saya berada di sini sama halnya dengan pulang kampung. Saya sering ke stadion ini sewaktu masih kecil untuk menonton pertandingan."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.