Liga 1: Tandang ke Madura United, Arema FC Kehilangan 2 Andalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Arema FC Dedik Setiawan (kanan) meluapkan kegembiraannya usai menjebol gawang Bhayangkara FC pada menit ke-27 dalam pertandingan Liga 1 di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, 23 April 2017. Arema tekuk Bhayangkara dengan skor akhir 2-0. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pesepakbola Arema FC Dedik Setiawan (kanan) meluapkan kegembiraannya usai menjebol gawang Bhayangkara FC pada menit ke-27 dalam pertandingan Liga 1 di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, 23 April 2017. Arema tekuk Bhayangkara dengan skor akhir 2-0. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Arema FC akan mewaspadai trisula Madura United saat Singo Edan bertandang ke Stadion Gelora Pamelingan, Pamekasan dalam laga pekan ke-23 Liga 1 2017, Minggu 10 September. Namun Arema FC bertanding tanpa 2 bintang mereka, kiper Kurnia Meiga dan striker Dedik Setiawan.

    Ketiga pemain yang diwaspadai Arema adalah Peter Odemwingie, Greg Nwokolo, dan Thiago Furtuoso.

    Baca: Aji Santoso Jadi Pelatih Persela, Gantikan Herry Kiswanto

    “Dari segi individu pemain, Madura memang luar biasa. Sebut saja Greg Nwokolo, Peter Odemwingie, Thiago Furtuoso, dan yang lainnya. Cara menghadapinya dengan mengandalkan teamwork dalam pertandingan,” kata Joko Susilo, pelatih Arema.

    Joko menambahkan bahwa dia sudah menyiapkan strategi permainan yang bakal sulit untuk dibaca Madura.

    Baca: Sriwijaya FC Tunjuk Keith Kayamba Gumbs Sebagai Asisten Pelatih

    “Madura tidak akan mampu membaca strategi permainan kami,” ujar Joko menambahkan.

    Sayang dalam laga tandang pekan ke-23 Liga 1 2017 tersebut, Arema FC tidak diperkuat kiper utama mereka, Kurnia Meiga. Kiper timnas Indonesia itu sedang dalam proses pemulihan pasca sakit. Arema juga harus kehilangan striker Dedik Setiawan.

    AREMA FC | DON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?