Inter Milan Menang Dibantu Teknologi Video Asisten Wasit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang AC Milan  pada pertandingan Liga Italia di stadion San Siro, Milan, 15 April 2017. (Flavio Lo Scalzo/ANSA via AP)

    Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang AC Milan pada pertandingan Liga Italia di stadion San Siro, Milan, 15 April 2017. (Flavio Lo Scalzo/ANSA via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wasit membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk menghadiahi penalti kepada Inter Milan saat melawan SPAL dalam lanjutan Liga Italia, Ahad malam. Penalti itu kemudian berbuah gol dan ikut memastikan Inter menang 2-0.

    Penggunaan video asisten wasit (VAR) menguntungkan Inter di laga kandangnya itu. Gelandang Joao Mario dijatuhkan di tepi kotak penalti akibat hadangan dari Francesco Vicari pada menit ke-22. Wasit Claudio Gavillucci dengan cepat meminta meminta video tayangan ulang.

    Setelah agak lama berkonsultasi, sang wasit akhirnya menghadiahkan penalti. Kapten Inter Mauro Icardi mengeksekusinya dengan sempurna dengan mengecoh Alfred Gomis, untuk menjadi gol kelimanya dari tiga pertandingan.

    Ivan Perisic melengkapi kemenangan Inter dengan sepakan voli pada menit ke-87. Kemenangan itu memastikan mereka mengoleksi sembilan angka dari tiga pertandingan pembuka musim ini, sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi SPAL musim ini.

    Liga Italia merupakan salah satu liga nasional yang melakukan uji coba terhadap sistem video asisten wasit (VAR) sebelum badan pembuat peraturan sepak bola IFAB memutuskan apakah akan menggunakannya secara permanen. FIFA berharap VAR dapat digunakan pada Piala Dunia tahun depan.

    Bagi Inter Milan hasil ini membuat mereka terus menempel Juvents di puncak klasemen dengan nilai 9 dari 3 laga.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.