Senin, 19 Februari 2018

Piala AFF U-18: Hadapi Thailand, Ini Modal Timnas Indonesia U-19

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 13:13 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Piala AFF U-18: Hadapi Thailand, Ini Modal Timnas Indonesia U-19

    Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat merayakan gol. (twitter/@AFFPresse)

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Thailand pada laga semifinal Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar Jumat besok 15 September 2017. Thailand merupakan lawan berat karena pernah 4 kali menjuarai turnamen ini.

    Thailand lolos ke babak semifinal setelah menjadi runner-up Grup A. Skuad asuhan Marc Alavedra Palacios itu tak terkalahkan dalam 5 laga penyisihan Grup. Mereka meraih 4 kali kemenangan dan 1 kali bermain imbang saat menghadapi Malaysia di laga terakhir.

    Tim negeri gajah putih itu memang dikenal kerap menjadi batu sandungan Indonesia baik di level junior atau pun senior. Meskipun demikian Indonesia memiliki modal pada diri Pelatih Indra Sjafri. Dia pernah membawa Timnas Indonesia U-19 membungkam Thailand dengan skor 3-1 pada laga Piala AFF U-19 di Sidoarjo 2013 lalu. Evan Dimas Dharmono memborong ketiga gol kemenangan Indonesia saat itu.

    Piala AFF U-13 merupakan terakhir kali Indonesia mengikuti ajang tahunan ini. Setelah itu Indonesia harus absen karena larangan berpartisipasi di kancah internasional yang ditajuhkan FIFA.

    Kapten Timnas Indonesia U-19, Rachmat Irianto, pun yakin mereka bisa mengulang kenangan manis empat tahun lalu itu. Tekad merajut jalan ke babak final Piala AFF U-18 2017 pun tersemat di dada skuad Garuda Nusantara.


    Rachmat Irianto. (instagram)

    "Di semifinal, kami akan bertemu Thailand. Kami tahu mereka tim kuat, tapi kami optimistis dapat mengalahkan mereka," ujar Rachmat Irinato.

    PSSI|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.