Sanksi untuk Persib dalam Kasus Save Rohingya Sesuai Aturan FIFA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koreografi 'Save Rohingya' dari Bobotoh Persib bandung saat melawan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat, 9 September lalu. Aksi suporter itu membuat Persib didenda Rp 50 juta oleh Komisi Disiplin PSSI. (youtube/officialvpc).

    Koreografi 'Save Rohingya' dari Bobotoh Persib bandung saat melawan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat, 9 September lalu. Aksi suporter itu membuat Persib didenda Rp 50 juta oleh Komisi Disiplin PSSI. (youtube/officialvpc).

    TEMPO.CO, Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan jawaban mengenai pertanyaan terhadap sanksi yang diberikan kepada Persib Bandung, denda Rp 50 juta atas pelanggaran yang dilakukan Bobotoh.

    Dalam laga melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada 9 September 2017, Bobotoh menampilkan koreografi berupa dukungan terhadap Suku Rohingya, yang sedang mengalami genosida di Myanmar.

    Keputusan hukuman yang diberikan PSSI tersebut sudah sesuai dengan ketentuan FIFA, yang melarang segala bentuk unsur politik, agama, dan ras dalam sepak bola. Isu Rohingya sangat lekat dengan masalah politik, baik di dalam negeri Myanmar maupun internasional.

    Baca: Egy Maulana Vikri Cemerlang di Timnas U-19, Persib pun Kepincut

    Di akhir 2016, FIFA pernah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa anggotanya di wilayah Inggris Raya, yaitu Inggris, Skotlandia, dan Wales. FIFA mendenda asosiasi sepak bola di ketiga negara itu, karena mengizinkan para pemainnya mengenakan simbol bunga poppies di seragam mereka saat kualifikasi Piala Dunia 2018.

    Tindakan itu sebenarnya ditujukan sebagai penghormatan kepada para korban dan veteran perang. FIFA dapat memahami maksud pemasangan simbol bunga poppies tersebut, namun juga tetap konsisten pada prinsip bahwa sepak bola bebas dari unsur politik, agama, dan ras.

    Klub asal Skotlandia, Glasgow Celtic, juga pernah dihukum denda oleh UEFA karena pendukung mereka mengibarkan bendera Palestina dalam pertandingan resmi Celtic yang dipantau FIFA. Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah ada eskalasi politik antara Israel dan Palestina.

    Baca: Persib Didenda Lantaran Aksi 'Save Rohingya', Umuh Muchtar Geram

    "Pada prinsipnya, PSSI sangat menentang tragedi kemanusiaan dalam bentuk apa pun, di daerah apa pun, terlebih apabila suatu tragedi menyebabkan hilangnya banyak nyawa. PSSI akan terus menjadikan perdamaian sebagai tujuan utama dari penyelenggaraan sepak bola, seperti yang tertuang dalam Statuta PSSI dan FIFA," ujar Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi seperti pernyataan dirilis oleh PSSI.

    Tindakan yang diambil PSSI atas koreografi Save Rohingya yang dilakukan Bobotoh Persib, sudah sesuai dengan ketentuan FIFA yang berlaku global. FIFA melarang segala bentuk pemaparan simbol politik dalam pertandingan sepak bola.

    PSSI | DON


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.