Ini Alasan Adidas Sponsori Sutan Zico Timnas Indonesia U-16

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (pssi.org)

    Pemain Timnas Indonesia U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Striker Timnas Indonesia U-16 , Sutan Zico, telah mendapat bantuan sponsor dari produsen peralatan olahraga asal Jerman, Adidas. Meski masih muda, namun skill dan permainan Zico dinilai unik oleh pihak Adidas.

    Pelatih Zico di Sekolah Sepak Bola Bina Taruna, Bonni Wijaya, mengatakan Adidias telah melihat potensi Zico saat ia berumur 14 tahun. "Selain berlatih bersama Bina Taruna, Zico juga berlatih di Chelsea Soccer School Singapura. Adidas lihat Zico saat dia berlatih di sana. Kan permaianan Zico ini unik dibanding tipe striker lainnya," kata Bonni saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 September 2017.

    Sutan Zico kerap menunjukan sepatu sponsor dari Adidas di instagram pribadinya, @sutandiegozico. Mulai dari sepatu Adidas X15 hingga X17 ia tunjukan kepada pengikutnya yang telah menembus lebih dari 10 ribu.

    Chelsea merupakan klub yang berbasis di Inggris dan memiliki beberapa sekolah sepakbola di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Saat beberapa tahun terakhir, Chelsea memang bekerja sama dengan aparel Adidas dalam pengadaan perlengkapan olahraganya. "Kalau Zico, kebanyakan disponsori sepatu bola," kata Bonni.

    Zico memang telah menonjol sebelum bergabung dengan Timnas U 16. Ia tampil ganas bersama Bina Taruna di Liga TopSkor dan Liga Kompas dengan mengemas lebih dari 20 gol. Pelatih Timnas U 16 Fakhri Husaini, terpikat dengan penampilan Zico di seleksi dan memutuskan memboyongnya ke Piala AFC U 16 di Thailand.

    Sutan Zico menjawab kepercayaan itu dengan mencetak delapan gol dari dua pertandingan awal Timnas Indonesia U-16 di babak kualifikasi grup G. Bonni mengatakan Zico memang pemain yang bisa mengangkat mental timnya saat bertanding.

    "Dia juga memiliki kecepatan dan akurasi tendangan yang bagus," kata Bonni.

     

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.