Parkir Bus Saat Lawan Liverpool, Mourinho Dapat Pembelaan  

Kamis, 20 Oktober 2016 | 04:01 WIB
Parkir Bus Saat Lawan Liverpool, Mourinho Dapat Pembelaan  
Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengacungkan dua ibu jarinya diakhir pertandingan antara tim Seten Merah melawan Zorya Luhansk dalam laga Liga Eropa di Manchester, Inggris, 29 September 2016. Kemenangan ini membuat MU menduduki posisi tiga klasemen sementara Liga Eropa dengan perolehan tiga poin. REUTERS

TEMPO.COJakarta - Setelah mendapat cemoohan karena menerapkan strategi sepak bola negatif saat melawan Liverpool, manajer Jose Mourinho akhirnya mendapat pembelaan. Dia disebut telah membuktikan bahwa dia bisa mengontrol para pemain Manchester United. 

Pembelaan terhadap Mourinho dilakukan oleh jurnalis Daily Mail, Ian Ladyman. Dalam kolomnya, Ladyman menilai skuad Manchester United musim ini telah menunjukkan perbaikan ketimbang musim lalu meskipun baru sedikit saja. 

"Manchester United telah membaik di bawah asuhan Mourinho. Harus diakui mereka memulai pasang-surut ini dari level terendah, tapi mereka telah membaik," tulisnya. 

Mengutip Manchester Evening News, media yang berbasis di Manchester, Ian mengatakan perbaikan itu membuat Manchester United meraih poin di kandang Liverpool yang terkenal angker. Musim lalu skuad Louis van Gaal dikalahkan Liverpool 2-0 saat bermain di Anfield.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh media itu juga menunjukkan bahwa 82 persen suporter Setan Merah senang dengan performa Paul Pogba cs meskipun lebih banyak bermain bertahan. 

"Kepada suporter-lah kewajiban Mourinho berada. Kepada mereka dan petinggi Manchester United, bukan kepada marketing media, seperti Sky Sport, yang menggenjot sensasi laga kemarin hingga ke level yang sebelumnya tak pernah terjadi," katanya. 

Sebagai seorang manajer tim olahraga, menurut Ian, Mourinho bertugas membawa timnya melangkah maju, dan dia akan melakukan segalanya dengan cara yang pragmatis sekali pun. Ian juga membela pendekatan sepak bola negatif yang diterapkan Mourinho dengan menyebutnya sebagai sebuah seni.

"Dalam sepak bola, bertahan pernah dianggap sebagai sebuah bentuk seni juga, dan pada laga di Merseyside, pria asal Portugal itu menunjukkan bahwa sebagian pelatih tak melupakan hal itu," kata Ian. 

Menurut dia, suporter Manchester United juga tak keberatan dengan pendekatan yang diterapkan Mourinho. Dia menilai suporter melihat pendekatan itu dilakukan karena keterbatasan skuad yang ada ketimbang karena keinginan si manajer. 

Ian justru melihat hasil imbang 0-0 itu lebih karena kesalahan dari Liverpool. Menurut dia, manajer Juergen Kloop terlihat tak memiliki rencana cadangan untuk membongkar pertahanan ketat anak asuh Mourinho. 

"Tim Juergen Klopp menjadi favorit kuat memenangkan laga itu, tapi para pemain Liverpool gagal menerapkan rencana yang dirancang pelatihnya. Secara kesalahan itu adalah salah mereka, dan sekali lagi terlihat dalam Liverpool—juga terjadi di era sebelumnya bersama Brendan Rodgers— mereka tak memiliki rencana B. Strategi lain untuk bermain ketika rencana mereka tak berjalan dengan lancar," kritik Ian. 

DAILYMAIL|FEBRIYAN

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan