Final Piala AFF, Menteri Imam: Takdir Belum Memihak Kita  

Sabtu, 17 Desember 2016 | 21:51 WIB
Final Piala AFF, Menteri Imam: Takdir Belum Memihak Kita  
Pesepak bola Indonesia Hansamu Yama Pranata (kanan) mencoba menghalangi tendangan pesepak bola Thailand Chanathip Songkrasin pada putaran pertama final AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jabar, 14 Desember 2016. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi merasa sedih dan hampir mengeluarkan air mata saat menyaksikan kekalahan Indonesia atas Thailand di final putaran kedua Piala AFF 2016. Imam tetap memberikan apresiasi tinggi kepada timnas Indonesia yang telah berjuang mati-matian.

"Terima kasih dan selamat atas timnas yang sudah berjuang dari awal sampai akhir," kata Imam seusai nonton bareng bersama masyarakat di halaman kantor Kemenpora Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2016. "Kita telah menyaksikan perjuangan mati-matian dari mereka, tetapi takdir belum berpihak kepada kita."

Menurut Imam, meski timnas tidak dapat menjadi juara, ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk sepak bola pada SEA Games 2017. "Ini menjadi catatan penting dan evaluasi bahwa timnas harus disiapkan lebih awal," kata Imam. Untuk persiapan menuju SEA Games 2017, Imam meminta PSSI cari talenta terbaik.

Menteri Imam menjelaskan, pemerintah tetap akan menyambut kedatangan Boaz Solossa pada Minggu, 18 Desember 2016, sebagai bentuk penghormatan dan akan dibawa menemui Presiden Joko Widodo.

Soal bonus, Imam menyampaikan pihaknya telah menyiapkan bonus. "Tentunya sudah kami siapkan, besarannya akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Keuangan," kata Imam. Indonesia harus mengubur harapan untuk menjadi juara Piala AFF setelah kalah 2-0 melawan Thailand. Secara agregat Indonesia kalah dari Thailand, 2-3.

REZA SYAHPUTRA | BC

Simak Juga
Tersangka Teror Bom Bekasi Ungkap Rahasia Nikahi Dian Yulia
Putra Sulung Ahok: Saya Khawatir Sama Papa, tapi...

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru