Jokowi Penasaran dengan Insiden Kartu Merah Abduh Lestaluhu  

Senin, 19 Desember 2016 | 15:25 WIB
Jokowi Penasaran dengan Insiden Kartu Merah Abduh Lestaluhu  
Presiden Jokowi didampingi Menpora Imam Nahrawi menyambut Timnas Sepakbola AFF 2016 di Istana Merdeka, Jakarta, 19 Desember 2016. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Insiden kartu merah yang diterima pemain timnas sepak bola Indonesia, Abduh Lestaluhu, saat melawan Thailand dalam final Piala AFF 2016 ternyata membuat Presiden Joko Widodo penasaran. Saat menjamu seluruh pemain timnas di Istana, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri menanyakan detail insiden itu ke Abdul langsung.

"Tadi sempat cerita sama Presiden Joko Widodo," ujar Abduh saat dicegat di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Desember 2016.

Abduh, mengulang ceritanya kepada Presiden Joko Widodo, menyampaikan insiden itu bermula saat Indonesia sudah tertinggal 0-2 dari Thailand pada pertemuan kedua final Piala AFF 2016. Kala itu, dia hendak mengambil bola yang out untuk dibawa kembali ke lapangan.

Ketika bola akan diambil, para pemain di bangku cadangan Thailand menahan bola itu. Abduh mengaku kesal ketika bola itu ditahan dan kemudian mengadu ke wasit. Mengetahui aduan ke wasit tak membuahkan hasil, Abdul memutuskan untuk menendang balik bola itu ke arah pemain Thailand saat bola akhirnya dikembalikan.

Baca: Kalah di Piala AFF, Jokowi Beri Bonus Rp 200 Juta per Pemain

Abduh mengklaim aksinya saat itu mendapat dukungan dari pelatih dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sebab, saat itu, Indonesia dalam posisi mengejar ketinggalan sehingga harus segera mendapat bola.

Abduh menambahkan, dia tidak hanya berbincang soal insiden kartu merah dengan Presiden Joko Widodo. Ia berkata, ia berbincang soal masa depannya nanti ketika pensiun menjadi pemain bola.

"Jadi tadi saya dapat bonus, lalu Presiden Joko Widodo beri usulan apa yang bisa saya lakukan nanti (setelah pensiun)," ujar Abduh..

ISTMAN M.P.



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru