Terus Soroti Kinerja Wasit, Pique Terancam Hukuman

Rabu, 11 Januari 2017 | 11:25 WIB
Terus Soroti Kinerja Wasit, Pique Terancam Hukuman
Gerard Pique dan Shakira. Instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Wasit Liga Spanyol (CTA) mengajukan berkas tuntutan kepada Badan Sepak Bola Spanyol (RFEF) terkait dengan dua komentar pedas yang dikeluarkan bek Barcelona, Gerard Pique. Pemain itu mengindikasikan adanya kekuatan besar yang ingin menjegal langkah Barcelona secara sistematis.

Media yang berbasis di Spanyol, Sport, menyebutkan CTA mengajukan dua berkas tuntutan kepada RFEF. Tuntutan pertama terkait dengan komentar Pique yang mengkritisi keputusan Fernandez Borbalan pada laga pertama babak 16 besar Copa del Rey saat Barcelona ditekuk Athletic Bilbao 2-1.

Saat itu, Pique menilai timnya seharusnya mendapat dua tendangan penalti seusai pelanggaran yang dilakukan lini belakang Athletic terhadap Neymar Jr dan dia. Pique pun mengindikasikan, musim ini, ada kekuatan yang menginginkan Barcelona tak menjuarai gelar apa pun dengan mengatakan, "Saya tahu bagaimana hal ini bekerja."

Tuntutan kedua dilayangkan CTA pada awal pekan ini menyusul komentar Pique setelah Barcelona ditahan imbang Villarreal 1-1 akhir pekan lalu. Dia juga mengkritisi kinerja wasit yang tak memberi Barcelona dua tendangan penalti setelah pemain belakang Villarreal dua kali melakukan hands ball di kotak terlarang.

Seusai laga melawan Villarreal, dia berujar, "Kejadian setiap pekan membuktikan bahwa saya benar."

RFEF disebut membutuhkan waktu setidaknya satu bulan untuk memproses tuntutan CTA terhadap Pique itu. Jika tuntutan itu diterima, Pique terancam hukuman larangan bermain.
 
SPORT | AS | FEBRIYAN



 



Baca:
Man United Kalahkan Hull, Ada 5 Kesimpulan Menarik
Hadapi ISL 2017, Zulkifli Syukur Berlabuh di PSM Makassar
Kejutan, Arsenal Beli Cohen Bramall, Pemain Muda Klub Gurem



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan