Tottenham Ditekuk Gent, Pochettino: Kami dalam Periode Buruk  

Jum'at, 17 Februari 2017 | 05:26 WIB
Tottenham Ditekuk Gent, Pochettino: Kami dalam Periode Buruk  
Mauricio Pochettino. AP/Jon Super

TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengatakan timnya berada dalam "periode buruk" usai dikalahkan Gent 0-1 pada leg pertama 32 besar Liga Europa, Jumat dinihari.

Gent menang 1-0 berkat gol Jeremy Perbet pada babak kedua. Kekalahan ini membuat The Lily White hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan.

"Itu baru leg pertama dan kemungkinan masih terbuka. Pada paruh kedua, saya pikir kami lebih baik, kami memulai lebih baik dan mengubah formasi untuk menemukan solusi serta menciptakan lebih banyak peluang dan menciptakan kesempatan mencetak gol, "kata Pochettino dalam konferensi pers usai laga dilansir dari ESPN, Jumat.

"Kemudian kami kebobolan pada peluang pertama mereka, mereka mencetak gol dan kami kalah. Itu bukan penampilan terbaik tapi kami punya sikap yang baik dan tim mencoba memenangkan pertandingan. Kami berjuang, tapi benar bahwa itu bukan yang terbaik," lanjut dia.

"Saya tidak tahu apakah itu soal kepercayaan diri karena sampai dikalahkan Liverpool kami menjalani 11 pertandingan tak terkalahkan. Saya tidak berpikir ini tentang keyakinan. Jika bukan, saya pikir mungkin ada yang salah dengan penilaian kami hari ini dan melawan Liverpool," ucap dia.

"Ini adalah kenyataan dan kadang-kadang hal ini terjadi, baik dan buruk. Kami dalam periode buruk sekarang dan saya berharap pada hari Minggu kami memutus rangkaian hasil negatif," pungkas Pochettino.

Sebelum pertandingan, Pochettino mengatakan timnya ingin memenangkan piala guna menanamkan "mentalitas pemenang" namun hasil ini akan menjadi pukulan bagi Spurs yang terakhir kali juara Piala Liga pada 2008.

Kekalahan itu memastan Spurs hanya menang dua kali dalam enam laga terakhir di berbagai kompetisi.

Di sisi lain, manager Gent Hein Vanhaezebrouck yang sedang merayakan ulang tahun ke-53 mengatakan tidak sabar menunggu leg kedua di Londo.

"Saya suka White Hart Lane, saya berada di sana sebagai pria muda yang menonton pertandingan Tottenham," katanya. "Yang paling penting bagi kami adalah menciptakan permainan. Hindari kekalahan 4-0. Itu bisa terjadi untuk yang terbaik."



ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan