Kalahkan Persela, Persib Juara Grup C Piala Presiden

Jum'at, 17 Februari 2017 | 21:44 WIB
Kalahkan Persela, Persib Juara Grup C Piala Presiden
Dua pemain PSM Makassar berusaha merebut bola dari kaki pemain Persib Bandung Sergio van Dijk pada laga Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 6 Februari 2017. Persib mengungguli PSM Makassar dengan skor 1-0. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung akhirnya keluar sebagai juara Grup C Piala Presiden 2017 usai menekuk Persela Lamongan dengan skor 2-0. Laga yang dihelat di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat, 17 Februari 2017, itu berlangsung sengit.

Jual-beli serangan dipertontonkan kedua kesebelasan sepanjang babak pertama. Baik Persib maupun Persela berinisiatif untuk keluar menyerang.

Pada menit ke-8, pemain sayap Persib, Febri Haryadi, menerima umpan terobosan dari Gian Zola dari tengah. Dia berhasil mengejar umpan lambung itu dan mengirim bola menuju depan kotak penalti.

Sergio Van Dijk yang berada di depan kotak penalti Persela sempat menyundul bola. Sayang sundulan Sergio kurang sempurna lantaran posisinya terlalu ke depan dan bola hasil umpan Febri terlampau melengkung keluar.

Lalu, giliran skuat berjulukan Laskar Joko Tingkir yang berinisiatif untuk keluar. Pada menit ke-23, Nur Hardianto berhasil melepaskan tendangan keras mendatar menuju gawang Persib, namun kali ini penjaga gawang Persib, I Made Wirawan, masih mampu mengamankan si kulit bundar.

Pada menit ke-28, giliran Samsul Arif yang berhasil mengancam gawang Maung Bandung--julukan Persib, melalui tendangan dari luar kotak penalti. Namun, tendangan keras pemilik nomor punggung 9 itu masih menyamping ke sisi kanan luar gawang Made Wirawan.

Pada menit ke-35, Sergio menyundul bola hasil umpan dari Dedi Kusnandar, namun sundulan pemain kelahiran Assen, Belanda, itu masih melambung di atas mistar gawang Persela yang dikawal Choirul Huda.

Dua pemain muda Persela, Saddil Ramdani dan Nur Hardianto, tampil cukup memukau. Pergerakan Saddil dari sisi sebelah kanan kerap kali merepotkan barisan pertahanan Persib yang dikawal Henhen Herdiana dan kawan-kawan.

Di kubu Persib, duet dua pemain mudanya, Febri dan Zola, menuai decak kagum dari Bobotoh--suporter Persib. Sebab, permainan keduanya kerap kali membahayakan benteng pertahanan Persela.

Sekalipun kedua tim cukup sering melakukan serangan, hingga turun minum, hasil imbang 0-0 bertahan di papan skor.

Memasuki babak kedua, Maung Bandung lebih gencar keluar menyerang. Sebaliknya, Laskar Joko Tingkir lebih banyak bertahan lantaran digempur terus menerus oleh Febri dan kawan-kawan.

Gol yang ditunggu-tunggu Bobotoh pun akhirnya lahir pada menit ke-67. Kim Jeffrey Kurniawan yang masuk menggantikan Gian Zola pada pertengahan babak kedua sukses melepaskan tendangan terarah menuju sisi kiri gawang Persela. Choirul Huda pun tak mampu menghalau tendangan Kim yang berujung bobolnya gawang Persela untuk kali pertama dalam laga itu.

Tak henti-hentinya membombardir benteng pertahanan Persela, akhirnya Persib mampu menggandakan keuanggulan.

Pada menit 86, Febri, yang mendapat umpan dari Sergio, langsung menggiring si kulit bundar hingga ia berhasil memasuki kotak penalti Persela. Seusai merangksek masuk, Febri lantas mengirim umpan pendek ke Sergio yang langsung menendang si kulit bundar. Untuk kedua kalinya Choirul Huda terpaksa harus memungut bola dari gawangnya sendiri.

Hingge menit ke-90 menit, keunggulan Persib 2-0 atas Persela pun bertahan. Kemenangan ini membuat Persib kokoh menjadi pemuncak klasemen Grup C dengan torehan sempurna 9 poin dari tiga kali pertandingan.

Pelatih Kepala Persib Djajang Nurjaman mengatakan kemenangan ini berkat kerja keras anak asuhnya selama 90 menit. "Selamat buat para pemain," kata dia. "Saya patut mengapresiasi kerja keras anak-anak. Sebetulnya kami bermain seri pun bisa lolos ke babak 8 besar, tapi lagi-lagi kami tidak main-main dan tetap menargetkan untuk terus menang."

AMINUDIN A.S.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru