Mourinho Punya Sebutan Baru, The Calm One  

Selasa, 21 Maret 2017 | 10:32 WIB
Mourinho Punya Sebutan Baru, The Calm One  
Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengacungkan dua ibu jarinya diakhir pertandingan antara tim Seten Merah melawan Zorya Luhansk dalam laga Liga Eropa di Manchester, Inggris, 29 September 2016. Kemenangan ini membuat MU menduduki posisi tiga klasemen sementara Liga Eropa dengan perolehan tiga poin. Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta – Setelah Manchester United menang 3-1 melawan Middlesbrough 3-1, Jose Mourinho berkata kepada France Football bahwa dia semakin matang dan bisa mengendalikan emosi sehingga dia pun menjadi manajer yang lebih baik dan tidak lagi terobsesi terhadap hasil pertandingan seperti terjadi sebelum ini dalam kariernya.

Mourinho selama musim ini menghadapi masalah dengan Football Association menyangkut beberapa perkara, menyusul insiden yang terjadi sewaktu melawan West Ham, Liverpool, dan Burnley.

Lama dijuluki “The Special One”, Mourinho, ketika ditanya apa dirinya kini setelah bergabung dengan MU, menjawab bahwa “Saya akan bilang, ‘The Calm One’.”

”Semua orang berharap saya membuat masalah. Tetapi satu-satunya masalah yang saya buat sekarang adalah ketika saya menendang botol air di depan saya (sewaktu MU melawan West Ham sebagai reaksi atas kartu kuning buat Paul Pogba). Saya diusir dan harus membayar denda karena hal itu.”

”Itu masalah saya: ketika saya agak frustrasi, saya tendang botol. Itu satu-satunya ledakan emosi saya sejak kedatangan saya (ke MU) delapan bulan lalu. Kini, saya menjadi ‘The Calm One’. Katakanlah begitu, mungkin besok saya diusir dari lapangan.”

Bos MU ini mengaku masih tetap seambisius dulu dalam soal mengejar sukses, tapi kini dia mampu menularkan ketenangan kepada skuadnya.

”Mourinho adalah orang yang berusaha menjadi yang sebaliknya dari apa itu manajer. Dia berusaha berubah bijaksana dan tenang,” katanya tentang dirinya sendiri.

”Sekarang saya merasa baik-baik saja dengan kepribadian saya sebagai manusia. Saya matang, saya lebih tenang. Menang tidak lagi menjadi perlambang bulan, dan kekalahan tidak lagi sebagai neraka,” ucapnya dalam laman ESPN.

ANTARA




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan