Dituding Jadi Sebab Dipecatnya Ranieri, Vardy Diancam Dibunuh  

Selasa, 21 Maret 2017 | 11:01 WIB
Dituding Jadi Sebab Dipecatnya Ranieri, Vardy Diancam Dibunuh  
Claudio Ranieri memeluk pemain Leicester City, Jamie Vardy usai pertandingan melawan Sevilla, 22 Februari 2017. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tipis Leicester, menjadi laga terakhir The Thinkerman bersama The Foxes setelah berkontribusi selama 19 bulan. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta – Jamie Vardy mengaku pernah menerima ancaman pembunuhan, bahkan istrinya pernah menjadi korban kemarahan yang diduga ada kaitannya dengan pemberontakan para pemain Leicester City terhadap bekas pelatih mereka, Claudio Ranieri.

Vardy, yang saat ini bersama tim nasional Inggris menjelang laga internasional melawan Jerman dan Lithuania, adalah salah satu dari sekelompok pemain Leicester City yang bertemu dengan pemilik klub sebelum Ranieri dipecat menjelang pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Sevilla.

Namun tudingan itu dibantah Vardy, yang justru menyebut dirinya menjadi sasaran kemarahan penggemar setelah pemecatan Ranieri.

”Sejujurnya, cerita yang sebenarnya sangat menyakitkan. Banyak tudingan keliru di luar sana dan tidak ada yang bisa kami, para pemain, lakukan,” kata Vardy dalam laman ESPN.

Dia mengatakan para pemain berusaha menahan diri dari tuduhan media massa kepada mereka dengan hanya “berkonsentrasi kepada sepak bola.”

Vardy menyatakan perlakuan yang paling menyakitkan kepadanya, yaitu terhadap istrinya, Rebekah, yang sejak Ranieri dipecat menjadi sasaran hujatan di media sosial dan di tempat umum.

Para pemain Leicester sendiri menjawab tudingan miring kepada mereka sepeninggal Ranieri itu dengan empat kali menang berturut-turut dan lolos ke perempatfinal Liga Champions.

ANTARA




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan