Jumat, 18 Agustus 2017

PSSI Izinkan Klub Miliki Marquee Player, Ini Kata Pemain Persib  

Selasa, 21 Maret 2017 | 07:13 WIB
Pesepakbola Persib Bandung Tony Sucipto (kanan) mengejar bola dengan kawalan pesepakbola Arema Cronus Antonio Putro Nugroho (kiri) pada laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, 27 Agustus 2016. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

Pesepakbola Persib Bandung Tony Sucipto (kanan) mengejar bola dengan kawalan pesepakbola Arema Cronus Antonio Putro Nugroho (kiri) pada laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, 27 Agustus 2016. ANTARA/Fahrul Jayadiputra.

TEMPO.CO, Bandung - Pemain belakang Persib Bandung, Toni Sucipto, menyambut baik regulasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang membolehkan setiap klub penghuni Liga 1 memiliki marquee player atau pemain kelas dunia.

Istilah marquee player memang masih baru di sepak bola Indonesia. Marquee player merujuk pada pemain yang pernah tampil di Piala Dunia selama 3 kali atau bermain di liga top dunia dengan batas usia maksimal 35 tahun.

Baca: Semen Padang Enggan Tiru Persib yang Pakai `Marquee Player`

"Ada bagusnya. Pertama, untuk industri sepak bola Indonesia sendiri. Kedua, buat kompetisi di Indonesia semakin dikenal banyak orang di luar negeri dan jadi perbincangan," ujar Toni, Senin, 20 Maret 2017.

Menurut Toni, kehadiran pemain bintang dunia dalam liga Indonesia membuat perkembangan dan kemajuan olah si kulit bundar di Tanah Air bisa lebih pesat.

"Jadi motivasi pemain lokal untuk belajar dari pemain pengalaman dan profesional. Jadi kita bisa belajar ke mereka cara bermain sepak bola di luar seperti apa," kata dia.

Baca: Marquee Player Liga 1, Madura United Rekrut Peter Odemwingie 

Toni mengatakan adanya marquee player bisa membawa angin segar bagi kemajuan sepak bola di Indonesia. Bahkan, ke depan, Toni berharap sepak bola lokal bisa setara dengan sepak bola di Cina, Korea, ataupun Jepang.

"Menuju arah ke sana, di mana dari segi fasilitas lebih bagus dan memadai. Kita juga enggak usah malu-malu mencontoh Jepang dan Korea yang memiliki kualitas rumput lapangan yang bagus," ujarnya.

AMINUDDIN A.S.


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?