Liga Champions: Pelaku Bom Bus Dortmund Seorang Spekulan Saham

Jum'at, 21 April 2017 | 16:56 WIB
Liga Champions: Pelaku Bom Bus Dortmund Seorang Spekulan Saham
Polisi memeriksa lokasi terjadinya ledakan bom yang merusak bus tim Borussia Dortmund di Dortmund, Jerman, 12 April 2017. Bernd Thissen/dpa via AP

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Jerman berhasil mengungkap kasus ledakan bom yang menimpan bus rombongan pemain Borussia Dortmund sebelum laga Liga Champions, 11 April lalu. Mereka menangkap pelakunya pada Jumat pagi, 21 April 2017.

Pelaku adalah Sergei W, warga Jerman asal Rusia. Pria 28 tahun itu ditangkap di kediamannya di Baden-Wurttemberg.

Kantor kejaksaan setempat mengatakan, kemungkinan besar motif serangan itu adalah uang dan bukan terkait dengan aksi teror. Pelaku adalah spekulan yang mengharapkan keuntungan dari harga saham klub itu.

Baca: Liga Champions: 2 Penyebab Barcelona Disingkirkan Juventus

Saat kejadian itu, tiga buah bom meledak di dekat bus yang mengangkut para pemain Borussia Dortmund menuju stadion. Ledakan itu sempat melukai Marc Bartra dan membuat pertandingan melawan AS Monaco ditunda 24 jam.

Menurut Daily Mail, polisi kemudian menemukan bahwa ledakan terjadi karena bom plastik yang mengandung serpihan logam. Bom disembunyikan di dalam pagar-pagar tanaman dan diledakkan saat bus melintas.

Jejak pelaku terendus polisi berkat laporan petugas hotel yang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian. Pria tersebut dilaporkan saksi malah santai memesan steak di restoran ketika orang lain kelang kabut karena ledakan bom. Ia juga sebelumnya memesan hotel dengan jendela mengarah ke tempat kejadian.

Baca: Era Barcelona Sudah Habis? Ini Analisa Legenda Manchester United

Sumber di kepolisian mendukung teori kejaksaan. Mereka menilai 15 ribu lembar saham yang dimiliki tersangka berpotensi mendatangkan keuntungan 3,3 juta pound sterling terkait turun naiknya harga saham yang bersangkutan.

DAILY MAIL | NS

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan