Donnarumma Dilempari Uang Palsu dan Diejek 'Dollarumma'  

Senin, 19 Juni 2017 | 17:17 WIB
Donnarumma Dilempari Uang Palsu dan Diejek 'Dollarumma'  
Penjaga gawang AC Milan, Gianluigi Donnarumma menepis bola dalam pertandingan final Paial Super Italia antara AC Milan dan Juventus di Doha, Qatar, 24 Desember 2016. AK BijuRaj/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Kiper Gianluigi Donnarumma, yang menolak kontrak baru dengan AC Milan, dilempari uang palsu dan dilabeli "Dollarumma" oleh para penggemar pada pertandingan Timnas Italia U-21, Minggu.

Permainan harus dihentikan sebentar pada babak pertama pertandingan Piala Eropa U-21 melawan Denmark, yang dimainkan di kota Krakow, Polandia, setelah para penggemar di belakang gawang melemparkan uang dolar palsu ke gawang.

Media Italia mengatakan para penggemar itu, yang juga menyanyikan yel-yel yang mengejek dan memasang spanduk bertuliskan "Dollarruma," merupakan anggota klub penggemar Milan yang berbasis di Polandia.

Baca: AC Milan Kabari Real Madrid: Siap Tukar Donnarumma dengan Ronaldo

Pelatih Italia U-21 Gigi Di Biagio memuji sang pemain yang tetap tenang meski terjadi insiden tersebut. "Ia tidak gugup karena hal itu, ia tetap tenang di situasi yang jauh dari mudah," kata Di Biagio kepada para pewarta. "Ia bersikap layaknya ia telah berusia 30 tahun dan ia mampu mengatasi sesuatu yang melampaui sepak bola."

Donnarumma, yang melakukan debutnya untuk Milan senior pada usia 16 tahun, menolak kontrak baru setelah dilakukan pembicaraan antara dirinya, agennya Mino Raiola, dan pihak klub. Dengan kontrak lama tersisa setahun lagi, Milan mau tak mau harus menjualnya atau akan kehilangan pemain ini dengan status bebas transfer pada akhir musim.

Ketua eksekutif Milan, Marco Fassone, mengatakan penolakan Donnarumma itu telah meninggalkan "rasa pahit." Mereka sebelumnya berharap pemain muda itu akan bertahan dalam waktu cukup lama bersama tim.

ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan