WAWANCARA, Erick Thohir: Saham Dijual, Inter Milan Juga Untung

Senin, 17 Juli 2017 | 15:22 WIB
WAWANCARA, Erick Thohir: Saham Dijual, Inter Milan Juga Untung
Presiden baru Inter Milan terpilih, Erick Thohir berpose di Milan, Italia, (15/11). Erick Thohir menggantikan kedudukan Massimo Moratti yang telah memiliki Inter Milan selama 18 tahun. (AP Photo/Antonio Calanni)

TEMPO.CO, Jakarta - Erick Thohir sudah melepaskan mayoritas sahamnya di Inter Milan. Kini dia tinggal menguasai 30 persen saham klub yang dibelinya dari Keluarga Massimo Moratti pada akhir 2013 tersebut.



Baca: WAWANCARA, Erick Thohir: Saya Dilarang Mundur dari Inter Milan

Apa alasan Erick melepaskan sahamnya di Inter Milan kepada Suning Holding Group dari Cina? Berikut ini kutipan wawancara Sapto Yunus, Mohamad Reza Maulana, dan Indra Wijaya dari Tempo dengan Erick di Jakarta, Rabu malam, 12 Juli 2017, berkaitan dengan alasan Erick Thohir melepaskan kepemilikan mayoritasnya di Inter Milan.

Apa alasan Anda melepas mayoritas saham di Inter Milan, tahun lalu?

Persaingan klub-klub Eropa semakin tinggi. Jual-beli pemain nilainya sampai triliunan rupiah. Maka saya perlu rekan. Sekarang ini, yang lagi aktif di sepak bola ya Cina. Apalagi, dari 250 juta fan Inter, lebih dari 100 juta di antaranya di Cina. Inter juga menjadi klub Eropa pertama yang berlaga di Cina, pada 1974. Ada sejarahnya. Jadi, ada mutual benefit. Saat penawaran, Suning Group mau menjadi pemilik mayoritas, ya, tidak apa-apa, asalkan untung. Bukan hanya keuntungan buat saya pribadi, tapi juga klub. Buktinya, bujet dari Suning untuk klub meningkat tiga kali lipat.



Baca: Liga Italia: Spalletti Resmi Jadii Pelatih Inter Milan

Mengapa dalam empat musim terakhir prestasi Inter melorot?

Namanya sepak bola, kita hanya bisa meminimalkan risiko. Tapi hasilnya, tidak ada yang tahu. Manchester United yang belanja besar-besaran juga tidak masuk empat besar di Liga Primer Inggris. Sepak bola selalu naik-turun. Tapi saya yakin, secara manajemen, klub-klub seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus punya sustainability karena punya sejarah dan fan besar, sehingga pemasukan besar.

Deg-degan melihat hasil Seri A karena Inter hanya berada di urutan ketujuh?

Tentu sedih, melihat hasil tak sesuai ekspektasi. Sedih juga buat fans. Tetapi itulah sepak bola, harus balanced antara hasil di lapangan dan luar lapangan.



Baca: Dana Asian Games Rp 500 M Cair, Erick Thohir Janji Transparan

Untuk kelanjutan wawancara Erick Thohir soal Inter Milan simak terus di kanal Bola Tempo.co.

DON

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan