Demi Keberuntungan, Persib Pindah Homebase ke Si Jalak Harupat

Selasa, 18 Juli 2017 | 05:38 WIB
Demi Keberuntungan, Persib Pindah Homebase ke Si Jalak Harupat
Sejumlah pemain Persib melakukan selebrasi gol. (liga-indonesia.id)

TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar berencana untuk memindahkan homebase Tim berjulukan Maung Bandung itu dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ke Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung pada putaran kedua.



"Kemungkinan putaran kedua kita dipindahan ke Si Jakal Harupat. Putaran kedua mengarah ke sana," ujar Umuh di Mapolrestabes Bandung, Senin.



Umuh tidak menjelaskan secara rinci mengenai alasan pemindahan laga kandang Persib selama bertanding di Bandung. Ia hanya menyatakan, selama bermain di SJH faktor keberuntungan selalu menghampiri anak-anak Maung Bandung. "Kalau main di sana (SJH) kita selalu beruntung," kata dia.

Baca: Mundur dari Jabatan Pelatih Kepala Persib, Begini Rencana Djanur  



Diakuinya, beberapa waktu lalu ia sempat mengusulkan SJH jadi homebase Persib. Namun karena ada hal teknis, akhirnya Persib tetap bermain di GBLA. "Saya sampaikan seharusnya dari kemaren itu kita sudah di sana," kata dia.



Pemindahan homebase ini diamini beberapa pendukung Persib, salahsatunya Abay (32). Menurutnya, atmosfer di Stadion SJH berbeda dengan di GBLA saat tim kesayangannya bertanding. "Setuju saya, dari pada di GBLA mending di Jalak (Si Jalak Harupat)," katanya.



Selain itu, sisi keamanan di GBLA lebih rawan dibanding dengan di SJH. Bahkan manajer Persib ini mengaku pernah mengalami pemalakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab saat di GBLA. "Saya pernah onderdil motor saya dipretelin (dicabut) di parkiran luar stadion GBLA, ga tahu sama siapa. Terus ada oknum warga yang minta uang hingga 20 ribu tapi ga jelas buat apa, mintanya sambil mabuk," kata Umuh.



ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan