Ridwan Kamil Bicara Djadjang Nurdjaman dan Formasi Ideal Persib

Selasa, 18 Juli 2017 | 05:45 WIB
Ridwan Kamil Bicara Djadjang Nurdjaman dan Formasi Ideal Persib
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (ketiga kiri) dan Walikota Bandung Ridwan Kamil (keempat kiri) bersama pengurus Persib memperlihatkan Jersey Persib pada acara "Launching Tim Persib" di Stadion Siliwangi Bandung, 23 April 2016. ANTARA/Agus Bebeng

TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih kepada Djadjang Nurdjaman yang akrab disapa Djanur yang telah mengundurkan diri dari pelatih Persib Bandung.



"Kita jangan lupa berterima kasih. Di zaman Pak Djanur Persib juara, di zaman saya khususnya ISL dan Piala Presiden," ujar Ridwan di Bandung, Senin.



Djanur memutuskan mundur dari pelatih Persib setelah timnya terseok-seok pada putaran pertama kompetisi Gojek-Traveloka Liga 1 Indonesia.



Menurut dia, mundurnya Djanur adalah takdir yang tidak bisa dihindarkan. Ia meyakini keputusan pelatih asal Majelengka itu telah melalui pertimbangan yang matang.

Baca: Mundur dari Jabatan Pelatih Kepala Persib, Begini Rencana Djanur  



"Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Kang Djanur pernah hadir pasti nanti ada perpisahan, itu mah sunatullah. Kalau Kang Djanur menyatakan mundur sudah waktunya mungkin," kata dia.



Ridwan menyebut keputusan Djanur sudah tepat, apalagi jika sudah tidak memiliki motivasi memimpin anak-anak Maung Bandung. "Kalau orang memutuskan dari pada kerja tanpa motivasi, mendingan secepatnya diambil walau pahit," kata dia.



Ia mengharapkan Herrie Setiawan yang saat ini mengambilalih kursi kepemimpinan pelatih, untuk mengembalikan kejayaan Persib, apalagi saat melawan PSM Makassar beberapa waktu lalu, permainan "Pangeran Biru" sangat menjanjikan.



"Saya titip ke pelatih baru, formasi terbaik mah waktu mengalahkan PSM di GBLA 2-1, itu luar biasa. Bisa enggak konsisten dengan pola itu. Itu titipan saya ke Pak Herrie," kata Ridwan Kamil.



ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan