Rabu, 23 Agustus 2017

Tiga Kali Ditolak Leicester, AS Roma Terus Kejar Riyad Mahrez

Rabu, 09 Agustus 2017 | 19:10 WIB
Pemain Leicester City Riyad Mahrez memegang bola saat dihadang pemain West Bromwich Albion Allan Nyom saat bertanding di Primer Inggris di stadion The Hawthorns, Inggris, 29 April 2017. REUTERS

Pemain Leicester City Riyad Mahrez memegang bola saat dihadang pemain West Bromwich Albion Allan Nyom saat bertanding di Primer Inggris di stadion The Hawthorns, Inggris, 29 April 2017. REUTERS.

TEMPO.CO, Jakarta - AS Roma belum membuang harapan untuk dapat merekrut pemain sayap Leicester City Riyad Mahrez. Namun mereka juga masih mempertimbangkan target-target transfer lainnya, kata direktur olahraga klub itu, Ramon Rodriguez Verdejo alias Monchi.

Menurut laporan-laporan media Inggris, Leicester telah menolak tiga tawaran Roma untuk Mahrez. Monchi memberi isyarat, harga yang diminta Roma terlalu tinggi.

"Saya senang dengan usaha yang dilakukan klub untuk mendapatkan dia. Saya tidak berpikir klub sering melakukan penawaran sebesar 30 juta euro," kata Monchi kepada para pewarta seperti dikutip Reuters.

"Jika saya tidak salah ingat, tawaran terakhir akan menjadi pembelian termahal klub sepanjang sejarah kami. Kami, tentu saja, terlibat dan mengharapkan jawaban. Namun memang benar bahwa kami mengupayakan solusi-solusi lain," kata pria asal Spanyol itu

Monchi menyatakan, Mahrez sendiri sudah mengekspresikan niatnya untuk hengkang. "Namun ia bersikap benar untuk menghormati klubnya. Pada akhirnya semua akan dipecahkan tergantung apakah Leicester akan menerimanya atau tidak."


Riyad Mahrez, yang merupakan sosok penting saat klubnya menjuarai Liga Inggris pada 2016, kesulitan untuk mengulangi penampilan terbaiknya pada mayoritas musim lalu. Pemain 26 tahun itu mencetak 35 gol dari 100 penampilannya "the Foxes" sejak ia didatangkan dari klub Prancis Le Havre pada 2014.

ANTARA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?