Rabu, 23 Agustus 2017

5 Kelemahan Manchester United Saat Ditumbangkan Real Madrid

Rabu, 09 Agustus 2017 | 12:44 WIB
Pelatih Manchester United, Jose Mourinho duduk di bangku pemain pengganti saat Manchester United bertanding melawan Real Madrid dalam final Super Cup di Skopje, Macedonia, 8 Agustus 2017. REUTERS

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho duduk di bangku pemain pengganti saat Manchester United bertanding melawan Real Madrid dalam final Super Cup di Skopje, Macedonia, 8 Agustus 2017. REUTERS.

TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United menderita kekalahan 2-1 dari Real Madrid pada laga Piala Super Eropa Rabu dini hari tadi. Kekalahan itu disebut memperlihatkan sejumlah kelemahan dalam skuad Setan Merah.

Media Inggris, The Sun, menyebutkan setidaknya ada 5 kelemahan dalam pasukan asuhan Jose Mourinho itu. Berikut 5 kelemahan tersebut:

1. Lini belakang yang rapuh

Kehadiran Victor Lindelof dianggap tak menjawab kelemahan lini belakang Manchester United. Trio Londelof, Chris Smalling dan Matteo Darmian yang diturunkan oleh Mourinho terbukti masih kerepotan menghadapi kecepatan lini serang Real Madrid terutama pada babak pertama.

2. Romelu Lukaku belum jadi jawaban


Suporter Manchester United mungkin tak bisa menggantungkan harapan tinggi kepada Romelu Lukaku. Meskipun didatangkan dengan banderol mahal, Lukaku tampak masih kurang tajam untuk menjadi tumpuan lini serang United.

Dia banyak menyia-nyiakan peluang yang didapat United pada laga itu. Dia hanya berhasil mencetak 1 dari 3 peluang emas yang ada. Seorang pesepakbola kelas dunia paham bahwa dalam pertandingan besar dia mungkin tak akan mendapatkan banyak peluang. Karena itu, Lukaku harus lebih pintar dalam memanfaatkan peluang yang didapatkannya.

3. Pogba harus membuktikan dirinya

Kehadiran Nemanja Matic sebagai gelandang bertahan seharusnya membuat beban Paul Pogba lebih ringan. Dia tak harus lagi banyak membantu pertahanan dan lebih konsentrasi untuk membantu penyerangan.

Namun Pogba tampaknya belum bisa memainkan perannya itu dengan baik. Keputusannya kapan harus menahan bola dan kapan harus mengumpan dinilai masih belum cukup baik. Dia juga harus bermain lebih sebagai tim dan tak banyak mengeksekusi sendiri peluang yang dia dapatkan.

Jika terus tampil seperti itu Pogba diyakini akan menjadi bahan kritikan setelah musim lalu juga tampil tak maksimal sebagai pemain termahal di dunia.

4. Perubahan taktik yang lambat dari Jose Mourinho

Manchester United dinilai bermain lebih baik setelah tertinggal 2 gol dari Real Madrid. Perubahan taktik yang dilakukan Jose Mourinho dengan memasukkan Marouane Fellaini menggantikan Ander Herrera sukses membuat mereka bermain lebih taktis dengan umpan-umpan langsung ke jantung pertahanan Real Madrid. Masuknya Marcus Rashford pada babak kedua juga membuat serangan United lebih menusuk.

Sayangnya perubahan taktik itu dinilai telat karena United hanya mampu membalas 1 gol saja melalui Romelu Lukaku. Jika hal itu dilakukan lebih awal, bukan tak mungkin hasil akhir akan berpihak kepada kubu mereka.

5. Kerja sama tim yang kurang padu

Manchester United mungkin memiliki pemain berkualitas berbanderol mahal, namun hal itu belum menjadi jaminan apakah mereka bisa menjadi sebuah tim yang kuat. Kerja sama antar pemain di lapangan tak ada hubungannya dengan harga mahal si pemain.

Dalam hal ini, Manchester United tampaknya masih harus membutuhkan waktu. Untuk menciptakan tim yang padu dengan pemain berkualitas tinggi memang bukan perkara mudah. Lihat saja Real Madrid yang baru sukses dalam dua tahun belakangan meskipun telah mendatangkan pemain mahal seperti Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale sejak beberapa musim lalu.

THE SUN|FEBRIYAN


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?