Jumat, 18 Agustus 2017

Jamu West Ham di Liga Inggris, Manchester United Hadapi 2 Tekanan

Minggu, 13 Agustus 2017 | 10:22 WIB
Bek Manchester United Daley Blind, melakukan selebrasi bersama rekannya setelah mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam adu penalti pada pertandingan pra musim di Santa Clara, California, 23 Juli 2017. AP/Ben Margot

Bek Manchester United Daley Blind, melakukan selebrasi bersama rekannya setelah mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam adu penalti pada pertandingan pra musim di Santa Clara, California, 23 Juli 2017. AP/Ben Margot.

TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United akan menjalani laga pertama Liga Inggris dengan menjamu West Ham, Ahad malam nanti. Ada tekanan besar pada para pemain Setan Merah di laga nanti, yakni untuk menebus kegagalan musim lalu serta menghadapi mantan rekan setim mereka: Javier Hernandez.

Ketika Manchester United merayakan kemenangan atas Ajax dalam laga final Liga Europa, Mei lalu, Jose Mourinho sang manajer memerintahkan para pemainnya mengacungkan tiga jari mereka, pertanda jumlah trofi yang mereka peroleh pada musim itu. Sebelumnya, mereka sudah mendapatkan trofi Community Shield dan Piala Liga.

Sekilas terlihat hebat. Namun, sesungguhnya, semua capaian itu berbanding terbalik dengan prestasi mereka di Liga Primer. United hanya finis di peringkat keenam dalam klasemen akhir. Mereka pun buruk dalam hal produktivitas gol, yakni hanya mencetak 54 gol-lebih jelek dari raihan Bournemouth di peringkat kesembilan, yang punya koleksi 55 gol.

Musim pertama memang tampak menjadi ajang pemanasan bagi pelatih asal Portugal itu. Ketika kembali ke Chelsea, pada 2013/2014, dia mengaku amat kaget melihat capaian timnya pada akhir musim. Ketika itu, The Blues finis di tempat ketiga. "Saya tak menyangka. Semestinya baru musim depan kami bisa seperti ini," katanya ketika itu. Semusim kemudian, Chelsea menjadi juara Liga Primer.

Adapun tahun kedua selalu menjadi target bagi Mourinho untuk mempersembahkan hasil terbaik. Begitu pun di Manchester United. Karena itulah dia belanja banyak pemain.


Dia membeli striker Romelu Lukaku, gelandang bertahan Nemanja Matic, dan Victor Lindelof sebagai tambahan di sektor belakang. Seakan-akan belum cukup, beberapa pemain lainnya-di antaranya Ivan Perisic yang ia anggap akan menambah daya serang dari sayap-masih terus diburu.

Sejauh ini, dia mengaku puas atas skuad yang ada. "Saya sangat senang dengan para pemain yang saya punya saat ini," ujarnya beberapa waktu lalu. "Kali ini saya memiliki skuad yang lebih lengkap."

Hasil tur pramusim United tak buruk. Mereka hanya kalah oleh Barcelona. Mereka menang atas Manchester City dan Real Madrid-lewat adu penalti. Namun, di Piala Super Eropa, mereka malah takluk kepada Madrid 1-2. "Tapi kami memberikan mereka perlawanan yang bagus," kata dia, membela tim asuhannya.

Namun laga sesungguhnya baru akan dimulai pada malam nanti, saat mereka menjamu West Ham United. Laga ini akan menjadi penentu wajah United dalam perjalanan panjang kompetisi hingga pertengahan tahun depan.

Laga awal yang tidak akan mudah. Pasukan Slaven Bilic itu bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan sekalipun bermain di kandang lawan. Apalagi dalam bursa transfer mereka telah jorjoran mendatangkan pemain baru, meski tentu saja beda kelas dengan rekrutan United.

Mereka antara lain Marko Arnautovic dari Stoke City dan Joe Hart, yang dipinjamkan Manchester City. Satu lagi adalah Pablo Zabaleta, yang datang dari Manchester City dengan status bebas transfer.

Namun yang paling menarik adalah kehadiran Javier Hernandez, yang dibeli dari Bayer Leverkusen dengan harga 20 juta pound sterling. Pemain asal Meksiko ini adalah salah satu ikon Manchester United. Saat United masih dipegang Sir Alex Ferguson, pemain mungil ini menjadi seperti jimat. Tampil sebagai pemain cadangan, dia kerap membuat gol.

Petualangan Chicharito-panggilan Hernandez-berakhir seiring dengan kedatangan Louis van Gaal. Pelatih Belanda itu mengopernya ke Real Madrid, hingga kemudian dijual ke Bayer Leverkusen dengan harga 6 juta pound saja.

Mourinho menyesalkan penjualan yang dilakukan bekas mentornya di Barcelona itu. Menurut dia, Chicharito adalah striker yang bagus. "Saya tentu tidak akan menjualnya," katanya pada musim lalu.

Chicharito tersanjung atas komentar itu, tapi bukan berarti dia kemudian terlena. "Pikiran saya sepenuhnya berada di West Ham," katanya. "Saya menghargai apa yang ia katakan beberapa waktu lalu, tapi sekarang saya adalah pemain West Ham."

Artinya, tak ada kenangan manis lagi buat dia saat kembali ke Old Trafford nanti. Chicharito adalah pemain profesional. Semuanya akan dipertaruhkan untuk klub, yang menggajinya. Dan, tak hanya dia, demikian juga pemain lainnya. Pasukan Bilic akan memberikan segalanya untuk mengimbangi Manchester United dengan segala ambisinya.

MANUTD.COM | GOAL | INDEPENDENT | IRFAN BUDIMAN


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?