Jumat, 22 September 2017

Persib Didenda, Bobotoh Galang 'Koin untuk PSSI' Selama 13 Hari  

Kamis, 14 September 2017 | 21:01 WIB
Aksi bobotoh atau suporter Persib Bandung di tribun penonton. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

Aksi bobotoh atau suporter Persib Bandung di tribun penonton. ANTARA/Fahrul Jayadiputra.

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu kelompok suporter (Bobotoh) Persib Bandung, Viking Persib Club (PVC), menggalang pengumpulan dana lewat aksi "Koin untuk PSSI". Menurut pengurus VPC, Yana Umar, penggalangan dana itu dimulai Kamis, 14 September 2017.

Penggalangan koin itu dilakukan sebagai respons atas hukuman yang diterima Persib dari Komisi Disiplin PSSI atas koreografi 'Save Rohingya' yang ditunjukkan Bobotoh saat melawan Semen Padang, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 9 September 2017. Karena dianggap melanggar kode disiplin PSSI, Persib didenda Rp 50 juta.

Yana mengatakan Bobotoh kecewa dengan putusan PSSI itu. Niat Bobotoh memang tidak bermaksud menyinggung ataupun ikut campur urusan politik yang terjadi di Myanmar. Namun, kata dia, aksi itu ditujukan agar tindakan kekerasan dan pembantaian etnis Rohingya segera dihentikan. "Ini kan masalah kemanusiaan bukan masalah politik," kata dia di stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung.

"Ini tak lebih dari sekadar bentuk solidaritas dan pesan kemanusiaan saja. Pemerintah saja mendukung agar kita saling berempati kepada etnis Rohingya," kata Yana lagi.

Yana mengatakan penggalangan dana itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dari Bobotoh. Meski Persib yang dihukum, Bobotoh pun sebagai suporter fanatik Persib berusaha untuk membantu melalui penggalangan dana.




Koreografi 'Save Rohingya' dari Bobotoh Persib bandung saat melawan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat, 9 September lalu. (YouTube/officialvpc).

"Kita galang dana, koin untuk PSSI. Ini bentuk kecintaan Bobotoh kepada Persib seperti ini. Kita berbuat, kita bertanggung jawab, terlepas manajemen mau menerima atau tidak," ujar Yana.

Penggalangan dana akan dilakukan selama kurang-lebih 13 hari. Hal itu dilakukan karena dalam surat yang dilayangkan Komdis PSSI bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017, paling telat denda harus dibayarkan paling telat dua pekan ke depan.

"Seluruh distrik pun diinstruksikan untuk galang dana juga pusatnya nanti di Sidolig. Tapi tentu kita tidak ada paksaan, dan ini bagi yang ikhlas juga ridho membantu saja. Kalau yang jauh bisa juga transfer melalui Rumah Zakat atau website Sharehappiness.org," kata Yana.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengatakan mengapresiasi langkah yang dilakukan Bobotoh dengan mengumpulkan koin untuk PSSI. Bahkan, Umuh pun berjanji akan membantu menyumbang dana.

"Saya akan bantu kekurangannya ya, sebetulnya Rp 50 juta itu sedikit, tapi intinya saya geram sama PSSI, ini maksudnya kan mengingatkan untuk masalah krisis kemanusiaan di Rohingya," kata Manajer Persib Bandung itu.

AMINUDDIN A.S.



Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.