Sanksi FIFA, Kemenpora dan Tim Ad-Hoc Bisa Setujui Satu Hal

Reporter

Kamis, 11 Februari 2016 14:20 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bersama Pesepakbola Evan Dimas tiba untuk menggelar jumpa pers terkait rencana keberangkatan Evan Dimas ke Spanyol di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, 2 Februari 2016. Evan Dimas akan berlatih di Spanyol selama empat bulan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Ad-Hoc PSSI Agum Gumelar mengatakan pihaknya serta Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki kesepakatan untuk menghentikan sanksi yang diberikan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kepada Indonesia.

"Dalam waktu dekat, Kongres FIFA akan dilaksanakan. Kami (Komite Ad-Hoc PSSI dan Pemerintah) sama-sama mencegah jangan sampai terkena perpanjangan sanksi, itu sudah sama-sama kami sepakati," ujarnya di Jakarta, Rabu 10 Februari 2016.

FIFA menjatuhkan empat sanksi kepada Indonesia pada 30 Mei 2015, dengan alasan adanya intervensi independensi dari pemerintah Indonesia dalam aktivitas sepak bola nasional, yang membekukan PSSI dan membentuk tim transisi.

Untuk mengatasi masalah itu, Agum juga menambahkan terdapat sebuah spirit bersama, antara pemerintah dengan komite bentukan FIFA ini, untuk melakukan reformasi dan tata kelola sepak bola Tanah Air, dalam jangka panjang.

Menurut Agum, hal ini disepakati ketika dia melaporkan kegiatan Komite Ad-Hoc PSSI, dalam rapat tertutup yang dilaksanakan di Kantor Kemenpora.

"Intinya kami sudah mulai terbuka dan bersinergi untuk membenahi tata kelola sepak bola Indonesia," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan komunikasi yang dilakukan pihaknya dengan Komite Ad-Hoc PSSI itu akan dibahas pada tingkat pemerintah.

"Kami akan bicarakan perkembangan ini lebih lanjut di tingkat pemerintah, dan ini akan dilaporkan juga kepada Presiden Jokowi," ujarnya.

ANTARA

Berita terkait

Kesan Jusuf Kalla, Agum Gumelar, dan Ahmad Heryawan pada Solihin GP

5 Maret 2024

Kesan Jusuf Kalla, Agum Gumelar, dan Ahmad Heryawan pada Solihin GP

Sejumlah tokoh daerah dan nasional melayat jenazah Solihin GP (Gautama Purwanegara) di rumah duka maupun di Gedung Sabau Markas Kodam III Siliwangi, Bandung, Selasa, 5 Maret 2024. Selewat tengah hari jenazah Solihin GP alias Mang Ihin diserahkan pihak keluarga ke Panglima Kodam III Siliwangi untuk menjalani prosesi pemakaman secara militer hingga di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung. "Pak Solihin seorang pemimpin yang tegas tapi sangat ramah ke rakyat," kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bandung menjelang pemakaman.

Baca Selengkapnya

Profil 7 Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Pecat Prabowo dari TNI, Kini SBY dan Agum Gumelar Dukung PS di Pilpres 2024

3 Maret 2024

Profil 7 Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Pecat Prabowo dari TNI, Kini SBY dan Agum Gumelar Dukung PS di Pilpres 2024

Dewan Kehormatan Perwira memutuskan Prabowo bersalah dan memecatnya dari TNI pada 1998. Berikut profil 7 anggota DKP termasuk SBY dan Agum Gumelar.

Baca Selengkapnya

2 Anggota DKP Ini Dulu Pecat Prabowo dari TNI, Mengapa Kini Malah Mendukungnya di Pilpres 2024?

3 Maret 2024

2 Anggota DKP Ini Dulu Pecat Prabowo dari TNI, Mengapa Kini Malah Mendukungnya di Pilpres 2024?

Prabowo dipecat dari TNI oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 1998. "Anehnya", saat maju Pilpres 2024, didukung dua anggota DKP yang memecatnya.

Baca Selengkapnya

SBY Termasuk Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Mengadili Prabowo dalam Kasus Penculikan Aktivis 1998

29 Februari 2024

SBY Termasuk Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Mengadili Prabowo dalam Kasus Penculikan Aktivis 1998

Prabowo dapat gelar Jenderal TNI Kehormatan dari Jokowi. Pada 1998, Dewan Kehormatan Perwira memberhentikannya dari TNI, SBY salah satu anggotanya.

Baca Selengkapnya

Dukung Prabowo, SBY hingga Wiranto Dinilai Khianati Keputusan Dewan Kehormatan Perwira

28 Desember 2023

Dukung Prabowo, SBY hingga Wiranto Dinilai Khianati Keputusan Dewan Kehormatan Perwira

Benny mempertanyakan sikap Wiranto, SBY, dan Agum Gumelar yang saat ini mendukung Prabowo di Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya

72 Tahun Prabowo Subianto: Begini Perjalanan Karier Militer dan Politiknya, Tiga Kali Gagal Pilpres

17 Oktober 2023

72 Tahun Prabowo Subianto: Begini Perjalanan Karier Militer dan Politiknya, Tiga Kali Gagal Pilpres

Prabowo Subianto hari ini berulang tahun ke-72. Ia jadi Menteri Pertahanan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin sampai periode 2024. Begini karier militernya.

Baca Selengkapnya

Saat Demokrat Gabung Koalisi Indonesia Maju, 4 Jenderal TNI Hadir: SBY, Prabowo, Wiranto, dan Agum Gumelar

20 September 2023

Saat Demokrat Gabung Koalisi Indonesia Maju, 4 Jenderal TNI Hadir: SBY, Prabowo, Wiranto, dan Agum Gumelar

Jenderal TNI purnawirawan SBY, Prabowo, Wiranto dan Agum Gumelar hadir saat Partrai Demokrat resmikan gabung dengan Koalisi Indonesia Maju.

Baca Selengkapnya

Bertubi Kritik Revisi UU TNI, Ini Kata Imparsial, Agum Gumelar dan Usman Hamid

24 Mei 2023

Bertubi Kritik Revisi UU TNI, Ini Kata Imparsial, Agum Gumelar dan Usman Hamid

Direktur Imparsial Gufran Mabruri menyebut revisi UU TNI merupakan upaya untuk melemahkan supremasi sipil terhadap militer. Apa kata Agum Gumelar?

Baca Selengkapnya

Penempatan TNI di Jabatan Sipil dalam Revisi UU TNI, Agum Gumelar: Jangan, Enggak Perlu Lagi

22 Mei 2023

Penempatan TNI di Jabatan Sipil dalam Revisi UU TNI, Agum Gumelar: Jangan, Enggak Perlu Lagi

Agum Gumelar angkat bicara soal langkah pemerintah yang hendak merevisi UU TNI, salah satunya TNI bakal bisa menduduki beberapa jabatan sipil.

Baca Selengkapnya

Prabowo Kunjungi Sejumlah Jenderal Senior, dari Widodo AS hingga Hendropriyono

25 April 2023

Prabowo Kunjungi Sejumlah Jenderal Senior, dari Widodo AS hingga Hendropriyono

Prabowo menemui Try Sutrisno, Widodo AS, Hendropriyono, Agum Gumelar dan Wiranto.

Baca Selengkapnya