Legrottaglie: Juventus Layak ke Final  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicola Legrottaglie. Foto:teamtalk.com

    Nicola Legrottaglie. Foto:teamtalk.com

    TEMPO.CO, Catania - Bek veteran Nicola Legrottaglie mengungkapkan bekas klubnya, Juventus, "bisa menembus babak final" Liga Champions. Bianconeri baru saja melaju ke babak perempat final setelah menyingkirkan Celtic dengan agregat 5-0 di babak 16 besar.

    Legrottaglie, yang kini bermain untuk Catania, optimistis Juventus bisa berprestasi di Liga Champions musim ini. Hal itu dia ungkapkan setelah melihat klub asuhan Antonio Conte menang 2-0 atas Celtic dua hari lalu di Juventus Arena.

    Opini Legrottaglie bukanlah hanya bualan. Sebab, kinerja Juventus musim ini di Liga Champions memang luar biasa. Klub asal Turin itu belum terkalahkan. Dari delapan pertandingan, Juventus mencatat lima kali menang dan tiga kali imbang.

    Bek berusia 36 tahun itu yakin dengan prestasi itu Juventus bisa bermain di partai final yang akan dilangsungkan di Stadion Wembley. "Mereka bisa sampai ke final. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan itu," ucap Legrottaglie.

    "Jika Juventus sangat percaya diri, maka mereka bisa melaju sejauh mungkin. Karena saya tidak berpikir ada klub lain yang lebih baik daripada mereka," Legrottaglie menambahkan.

    Lawan Juventus di babak perempat final baru diketahui saat undian dilakukan pada 15 Maret 2013 di Nyon. Hingga saat ini Borussia Dortmund, Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Juventus adalah klub yang lolos ke babak perempat final.

    FOOTBALL-ITALIA | JOKO SEDAYU

    Terpopuler:
    Mancini Isyaratkan Bakal Jual Dzeko

    Cantona Sebut Beckham Pemain Juara

    Caretaker Pengurus PSSI Kaltim Protes

    Spurs Hajar Inter 3-0, Villas-Boaz Makin Bersinar

    Di Stefano: Media Spanyol Ingin Mourinho Pergi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.