Arsenal Tinggal Selangkah Lagi Dapatkan Pierre-Emerick Aubameyang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang. REUTERS/Paul Hanna

    Pemain Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang. REUTERS/Paul Hanna

    TEMPO.CO, Jakarta - Arsenal semakin berpeluang mendapatkan penyerang asal Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang, dari Borussia Dortmund.

    Pengurus Arsenal, Ivan Gazidis, Sven Mislinstat, dan negosiator kontrak, Huss Fahmy, sudah tiba di Jerman, Minggu, 21 Januari 2018, untuk bertemu dengan Direksi Dortmund.

    Aubameyang absen dari skuad saat Dortmund bermain 1-1 di kandang Hertha Berlin dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu, 20 Januari 2018, sehingga hal tersebut memperkuat dugaan kepindahannya.  

    Dortmund sebenarnya sudah menolak tawaran dari Arsenal untuk Aubameyang sebesar 44 juta pound sterling atau sekitar Rp 816,24 miliar. Namun dikabarkan Arsenal siap memberikan tawaran baru, 53 juta pound, untuk bisa memboyong Aubameyang dari Signal Iduna Park, Dortmund.

    Arsenal semakin berpeluang mendapatkan penyerang tersebut setelah mereka menyelesaikan negosiasi dengan Manchester United. Negosiasi itu menyangkut pertukaran pemain, yaitu Alexis Sanchez dan mantan rekan Aubameyang di Dortmund, Henrikh Mkhitaryan.

    Penyerang Gabon itu mulai bosan dengan kehidupannya bersama Dortmund dan beberapa kali mendapat hukuman larangan bermain dari klub teras Bundesliga Jerman itu.

    Namun, dengan 21 gol yang dicetaknya dalam semua kompetisi musim ini, Aubameyang sangat diminati Manajer Arsenal Arsene Wenger pada bursa transfer pemain Januari 2018 ini, yang tinggal menyisakan 10 hari.

    Dortmund dikabarkan menginginkan pemain depan Arsenal saat ini, Olivier Giroud, sebagai bagian dari proses negosiasi Pierre-Emerick Aubameyang.

    DAILY MAIL | INDEPENDENT | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.