Piala Presiden: Sriwijaya FC Cukur PSMS 4-0, Ini Rahasianya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sriwijaya FC Hamka Hamzah (ketiga kiri) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang PSMS Medan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 Februari 2018. Sriwijaya FC berhasil menang dengan skor 4-0. ANTARA

    Pemain Sriwijaya FC Hamka Hamzah (ketiga kiri) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang PSMS Medan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 Februari 2018. Sriwijaya FC berhasil menang dengan skor 4-0. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sriwijaya FC memastikan diri merebut peringkat ketiga Piala Presiden 2018. Dalam pertandingan di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Sabtu sore, tim asal Palembang itu mengalahkan PSMS Medan 4-0.

    Pesta empat gol SFC tidak lepas dari pergantian pemain yang tepat dilakukan pelatih Rahmad Darmawan alias RD. Mantan pelatih timnas U-23 Indonesia itu mampu mengatur pergantian pemain, untuk menyiasati recovery pemain yang minimal.

    "Hari ini kami mengawali permainan dengan tempo yang lambat," kata Rahmad seusai laga. "Kami sadar masa recovery SFC kalah dari PSMS. Mereka punya waktu 4 hari dan di semifinal leg kedua main sore, sementara kami terakhir main malam dan masa pemulihan tidak sampai 2 hari."

    Rahmad menilai di babak pertama para pemainnya tidak tampil dalam performa terbaik. "Setelah itu saya mulai merotasi pemain, ada 5 pemain penting yang dimasukkan. Selepas itu kami mampu mengontrol permainan. Pemain juga rileks dalam melakukan passing dan membuka peluang," tutur RD.

    Sementara kapten SFC, Hamka Hamzah, mengatakan kalau pertandingan melawan PSMS berlangsung berat. Tapi akhirnya Sriwijaya FC mampu memetik kemenangan.

    "Pertandingan yang menguras tenaga, tapi sebagai pemain tidak boleh punya alasan lelah. Kami sudah dikontrak untuk bermain maksimal, sehingga wajib mengeluarkan kemampuan terbaik," kata Hamka Hamzah.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.