Persija Ditekuk Selangor FA 1-2, Ismed Sofyan Ambil Sisi Positif

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta. Antara

    Persija Jakarta. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan, mengatakan ia dan kawan-kawan akan mengambil hasil positif dari laga uji coba kontra Selangor FA. Bermain di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, Persija dikalahkan klub Malaysia itu dengan skor 1-2.

    Meski kalah, pemain asal Aceh ini menilai laga uji coba menghadapi klub asal Malaysia tersebut sebagai laga yang bagus guna kembali mengarungi ketatnya kompetisi Liga 1 2018. Dari awal Persija menjadikan ajang ini sebagai persiapan mereka untuk kembali berlaga di Liga 1 2018 melawan Borneo FC pada pekan ke-21 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, 12 September 2018.

    Baca: Persija Dikalahkan Selangor FA, Teco: Problem Penyelesaian Akhir

    “Ya menurut saya pertandingan malam ini sangat bagus buat tim setelah kita break 1 bulan dengan ada Asian Games. Laga ini bagus buat evaluasi ke depan, semoga di pertandingan nanti tanggal 12 lawan Borneo kita bisa siap,” ujar Ismed selepas laga, seperti dikutip laman Persija.

    Apalagi laga ini Persija kembali bermain disekitar Jabodetabek. Ditambah stadion Patriot Chandrabhaga juga penuh. “Sekali lagi atmosfer bagus, terutama pemain yang jarang dimainkan oleh coach Teco karena ketika mereka mendapatkan Atmosfer seperti ini mungkin mereka lebih percaya diri di kompetisi,” kata Ismed.

    Dalam laga melawan Selangor FA itu, Persija kebobolan melalui Sean Eugene Selvaraj pada menit ke-26. Macan Kemayoran sempat menyamakan kedudukan melalui gol Marko Simic lima menit menjelang babak pertama usai. Namun, Rufino Segovia membobol gawang Persija yang dikawal Shahar Ginanjar di babak kedua membuat skor akhir jadi 2-1 untuk keunggulan klub Malaysia itu.

    PERSIJA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.