Lionel Messi: Barcelona Tetap Perkasa di Copa del Rey

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Barcelona, Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Leganes dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 21 Januari 2019. REUTERS/Albert Gea

    Penyerang Barcelona, Lionel Messi melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Leganes dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Barcelona, 21 Januari 2019. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang internasional Argentina, Lionel Messi, menegaskan, Barcelona tetap perkasa dan tidak akan terlempar di ajang Copa del Rey. Ucapan Messi itu disampaikan kepada wartawan usai menggulung Sevilla, pada Rabu 30 Januari 2019.

    Pemimpin klasemen La Liga ini merontokkan perlawanan Sevilla 6-1 di Camp Nou. Dengan demikian, Barca unggul 6-3 secara agregat sehingga lolos dari babak perempat final. Pada laga tersebut, Philippe Countinho menceploskan dua gol, disusul gol dari Ivan Rakitic, Sergi Roberto, Luis Suarez dan Messi.

    Messi, 31 tahun, mengaku tidak pernah mengecilkan keberadaan Barca di Copa del Rey, kendati tetap fokus pada kompetisi La Liga maupun Liga Champions. "Ada isu berkembang menyebutkan bahwa kami menganggap kecil Copa del Rey. Semua orang salah tafsir mengenai peran Barca di turnamen tersebut," ucapnya kepada Barca TV.

    "Tim ingin bertempur untuk tiga kompetisi, Copa del Rey, La Liga dan Liga Eropa. Perlu diketahui, Barcelona mempunyai kewajiban mengikuti seluruh kompetisi tersebut," tegasnya.

    Mengenai peran Coutinho di Barcelona, Messi menyambut pemain asal Brasil itu dengan senang hati. Messi menjelaskan mengenai keputusannya mengizinkan pemain berusia 26 tahun menendang bola dari titik pinalti sehingga dia mencetak dua gol. "Saya ingin dia menendang dan saya memperbaikinya. Sebab yang paling penting kami menang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.