Melihat Latihan Timnas Indonesia Senior di Stadion Madya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas melakukan pemusatan latihan mempersiapkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia, Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Timnas melakukan pemusatan latihan mempersiapkan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia, Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Malaysia, Tim Nasional Indonesia senior atau Timnas Indonesia mulai menggelar latihan di Stadion Madya, Jakarta, hari ini, Jumat, 30 Agustus 2019. Sebelumnya pemusatan latihan di Stadion Pakansari, Bogor, 22-29 Agustus.

    Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada 5 September 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Setelah itu, Tim Garuda akan melawan Thailand pada 10 September 2019 untuk ajang yang sama di tempat yang sama.

    Latihan dimulai tepat pukul 08.00 dipimpin oleh Yeyen Tumena, asisten pelatih timnas. Sekitar 15 menit sebelum latihan, pemain mulai berada di lapangan.

    Pemain pertama yang muncul adalah Yanto Basna. Lalu, disusul Irfan Bachdim. Ketika seluruh pemain sudah berkumpul, mereka dibagi ke dalam tiga kelompok saat melakukan pemanasan.

    Tiga kiper yakni Andritany Ardhiyasa, Teja Paku Alam, dan Angga Saputra berlatih terpisah. Pemain lain, seperti Yanto Basna, Stefanno Lilipaly, dan Osas Saha melakukan perenggangan otot sebelum mulai latihan.

    Ada pula, kelompok besar berisi pemain dengan membentuk lingkaran besar. Mereka melakukan games. Dua pemain berada di tengah bertugas merebut bola yang terus dioper dari satu pemain ke pemain lain. Pemain yang melakukan games, antara lain Andik Vermansyah, Evan Dimas, Rizki Pellu, Irfan Bachdim, Hanasamu Yama, serta Victor Igbonefo.

    Masih dalam posisi berdiri melingkar, Yeyen Tumena mengajak semua pemain berdoa sebelum memulai latihan. Setelah itu barulah 23 pemain dibagi ke beberapa kelompok.

    Tiga kiper berlatih dengan Alan Haviludin. Andritany, Teja, dan Angga bergantian menangkap bola yang ditendang oleh Alan. Selanjutnya mereka fokus memblok si kulit bundar yang dilempar ke udara. "Siap, ayo, ayo, bergiliran," kata Alan memberi instruksi kepada para penjaga gawang timnas.

    Pada sisi lain lapangan, Yeyen Tumena bersama Joko Susilo membagi 20 pemain ke dalam dua kelompok yang saling berhadapan. Mereka saling berhadapan dan melakukan passing. Jarak pemain berubah pada beberapa sesi, seperti dua dan lima meter.

    Setelah latihan passing, Yeyen meminta tiap kelompok mundur masing-masing sekitar 15 meter. Jarak antara pemain itu dipasang 10 pion hijau. Sesi kali ini pemain berlatih melakukan shooting untuk bisa mengenai pion. "Nendang kurang bawah lagi," kata Yeyen memberi arahan supaya pemainnya bisa menendang tepat sasaran.

    Pada sesi ini, setiap kelompok yang berhasil mengarahkan bola mengenai pion bakal mendapatkan poin. "Oke, Rizki Perlu dapat satu, ayo balas (sekarang) 3-2," ucap Yeyen.

    Pemain yang sekelompok dengan Rizki Pellu, antara lain Evan Dimas, Osas Saha, Andik Vermasyah, Hansamu Yama, Beto Goncalves, Hansamu Yama dan Yustinus Pae. Regu seberang terdiri dari Irfan Bachdim, Steffano Lilipaly, Irfan Jaya, Victor Igbonefo, Febri Hariyadi, dan Ruben Sanadi.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.