Persib Tolak Lepas Pemain ke Timnas di Luar Kaleder FIFA

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (instagram/@persib_official)

    Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (instagram/@persib_official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Persib Bandung Robert Alberts menegaskan bahwa timnya tidak akan melepas pemain untuk memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia di luar kalender FIFA.

    Menurut dia, saat ini merupakan waktu bagi setiap klub untuk meracik formasi dan komposisi pemain menyongsong musim Liga 1 2020. Maka dari itu, ia kurang setuju apabila ada pemanggilan pemain ke timnas Indonesia, apa lagi saat ini bukan kalender FIFA.

    "Ada banyak pelatih yang tidak setuju dengan pemanggilan ini karena bukan kalender FIFA. Dan setiap tim juga sedang bersiap untuk menghadapi musim kompetisi baru, jadi setiap pemain harus ada di sana (latihan pramusim klub)," kata Robert di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Senin.

    Seperti diketahui, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong memanggil 34 pemain untuk menjalani seleksi tahap pertama jelang kualifikasi Piala Dunia 2022. Salah seorang yang dipanggil adalah Febri Hariyadi yang merupakan pemain sayap Maung Bandung.

    Robert mengaku belum mendapat surat resmi terkait pemanggilan Febri ke timnas. Maka dari itu, ia mengatakan bahwa pihak Persib tidak bisa melepas Febri tanpa adanya surat resmi. "Tidak ada surat resmi yang kami terima melalui manajemen klub. Jadi kami tidak bisa melepas pemain (ke timnas) tanpa surat resmi," kata pelatih asal Belanda itu.

    Selain itu, jika melihat aktivitas sepak bola profesional di dunia, menurutnya, klub adalah tim prioritas yang harus diutamakan daripada timnas apabila dalam masa di luar kalender FIFA. 
    "Jadi ini masalah yang harus segera diselesaikan supaya tidak ada lagi salah paham antara klub yang menggaji pemain dengan pihak federasi (Timnas)," kata Robert Alberts.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.