Cara Shin Tae-yong Bantu Regenerasi Pemain Timnas Indonesia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak Bola Timnas Indonesia saat mengikuti sesi latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pesepak Bola Timnas Indonesia saat mengikuti sesi latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong berjanji membantu regenerasi pemain, salah satunya dengan memanggil pesepak bola timnas U-19 ke pemusatan latihan timnas senior.

    “Saya fokus untuk masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Shin di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

    Pelatih asal Korea Selatan itu memanggil empat pemain timnas U-19 ke pemusatan latihan timnas senior pada 14-23 Februari 2020. Mereka adalah Irfan Jauhari, Alfeandra Dewangga, Pratama Alif dan Muhammad Adi Satrio.

    Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Juru taktik asal Korea Selatan itu mengakui bahwa kemampuan olah bola keempat pemain tersebut masih di bawah para seniornya.

    Akan tetapi, mereka sudah menunjukkan potensi besar ketika menjalani latihan bersama timnas U-19 di Chiang Mai, Thailand pada akhir Januari 2020.

    “Kemampuan mereka menonjol di Thailand. Di TC ini, mereka bisa meningkatkan level permainannya yang dapat berguna untuk Piala Dunia U-20,” tutur Shin.

    Adapun TC timnas Indonesia pada 14-23 Februari 2020 di Jakarta dilangsungkan sebagai persiapan menghadapi lanjutan laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

    Timnas Indonesia menghadapi tuan rumah Thailand pada 26 Maret 2020. Lima hari kemudian, pada 31 Maret 2020, tim Garuda akan menjamu Uni Emirat Arab di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.