Eks Pemain Real Madrid Tersangkut Jaringan Narkoba Internasional

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu. (reuters)

    Stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks pemain Real Madrid, Edwin Congo, ditangkap polisi Spanyol karena diduga terkait dengan jaringan peredaran narkona internasional. Congo ditangkap Brigade Narkotika Pusat Spanyol, BNN-nya Spanyol, namun akhirnya kembali dilepaskan pada Selasa kemarin.

    Media Spanyol Marca menyebutkan bahwa Congo dilepaskan polisi setelah menjalani pemeriksaan. Dia ditahan sebagai bagian dari operasi internasional yang melibatkan Spanyol, Bulgaria, Belanda dan Kolombia.

    Congo merupakan satu dari 18 orang yang ditangkap polisi di sejumlah negara setelah mereka menemukan narkoba jenis kokain yang diselundupkan dari Kolombia ke negara-negara di Eropa. Kokain itu dimasukkan ke dalam kotak yang berisi buah nanas dan lemon.

    Edwin Congo pernah membela Real Madrid pada periode 1999-2002. Dia dibeli dari klub asal Kolombia, Once Caldas.

    Meskipun demikian dia tak pernah sekalipun bermain untuk Real Madrid. Congo lebih banyak dipinjamkan ke klub lain seperti Real Valladolid, Vitoria Guimaraes dan FC Toulouse.

    Selepas dari Real Madrid, Congo sempat bertahan di Spanyol dengan membela Levante, Sporting Gijon dan Recrativo de Huelva. Dia pun mengakhiri karirnya pada 2009 lalu.

    Kepada acara El Chiringuito, Congo menyatakan bahwa dirinya telah dinyatakan bebas dari segala tuduhan. Dia sendiri menyatakan tak tahu masalah narkoba itu karena ditangkap setelah dirinya berolahraga.

    "Saya pergi untuk berlari dan ketika saya pulang ke rumah, polisi sudah ada di depan pintu rumah saya. Saya pun pergi dengan polisi. Mereka memperlakukan saya dengan baik, tangan saya diborgol," kata Congo.

    Congo menyatakan bahwa dirinya tak terkait dengan jaringan narkoba internasional apa pun. Dia menyatakan dirinya hanya berbisnis dengan salah satu orang yang diduga merupakan jaringan penyelundup narkoba internasional yang fotonya disebar oleh polisi.

    "Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya melakukan sesuatu terkait penyelundupan kokain, tetapi saya tak tahu apa pun soal itu," ujarnya.

    "Seperti orang lain, anda harus mencari nafkah untuk bertahan hidup. Saya berbisnis dengan salah satu orang dalam foto itu, tetapi itu bisnis Zamrud. Dia memiliki dokumen yang legal soal itu," kata dia.

    Dia pun menyatakan bahwa polisi hanya berpesan agar dirinya menjaga jarak dengan sejumlah orang yang mungkin bisa memberikan dampak negatif dan menjerumuskannya ke masalah narkoba

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.