Liga Champions: Fabinho Ungkap Kunci Sukses Liverpool Kalahkan Ajax Amsterdam

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Liverpool Fabinho, melakukan selerbrasi bersama rekan setimnya Sadio Mane dan Roberto Firmino usai mencetak gol ke gawang Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 10 November 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Gelandang Liverpool Fabinho, melakukan selerbrasi bersama rekan setimnya Sadio Mane dan Roberto Firmino usai mencetak gol ke gawang Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 10 November 2019. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, JakartaLiverpool berhasil mengalahkan Ajax Amsterdam 1-0 pada laga Liga Champions Kamis dini hari tadi. Gelandang Fabinho mengungkap kunci kemenangan timnya pada laga itu.

    Liverpool harus bekerja untuk meraih kemenangan atas Ajax Amsterdam pada laga itu. Mereka pun hanya menang tipis 1-0 berkat gol bunuh diri Nicolas Tagliafico pada menit ke-35.

    Fabinho menyatakan mereka menyadari bahwa Ajax Amsterdam bukanlah lawan yang lemah. Menurut dia skuad asuhan Erik ten Hag memiliki lini serang yang sangat bagus.

    Karena itu, menurut Fabinho, kunci kemenangan Liverpool adalah konsentrasi tinggi saat bertahan. Dengan tak adanya Virgil van Dijk dan Joel Matip yang cedera, Fabinho pun mendapatkan tugas sebagai bek tengah sekaligus pemimpin di lini belakang Liverpool.

    "Kami menghadapi tim yang sangat bagus, Ajax memiliki banyak pemain berkualitas dan memainkan sepak bola indah. Kami tahu bahwa kami harus selalu berkonsentrasi karena mereka memiliki pemain menyerang yang sangat baik," kata Fabinho usai pertandingan.

    "Sangat bagus kami tak kebobolan dan menang 1-0."

    Fabinho mengaku sempat kaget mendengar bahwa Virgil van Dijk harus absen dalam jangka waktu panjang. Pasalnya, Van Dijk dianggap bukan hanya sebagai bek tengah, tetapi juga sebagai pemimpin Liverpool baik di lapangan maupun di ruang ganti.

    "Saya kira dia adalah bek terbaik di dunia saat ini, lebih dari itu dia adalah pemimpin di dalam tim, di ruang ganti. Dia membuat semua pemain merasakan atmosfir dan suasana hati yang baik, kami akan sangat kehilangan dia," ujarnya.

    Pesepakbola asal Brasil itu juga menyatakan mendapat banyak masukan dari Manajer Jurgen Klopp untuk menggantikan peran Van Dijk. Meskipun demikian, dia merasa belum sepenuhnya menggantikan peran rekannya itu.

    "Secara taktik, saya harus siap menghadapi bola-bola panjang dan mengorganisir tim. Itu tak mudah tetapi saya harus melakukan sedikit dari apa yang selalu dilakukan Virgil, berbicara kepada pemain lain, menjadi seorang pemimpin," kata Fabinho.

    "Tentu saja saya bukan bukan seorang pemimpin, tetapi saya akan mencoba melakukan yang terbaik. Saya akan berbuat yang terbaik. Manajer (Jurgen Klopp) mengatakan kepada saya untuk lebih banyak berbicara kepada tim, mengorganisir mereka."

    Lini belakang Liverpool memang tengah mengalami krisis setelah Virgil van Dijk dan Joel Matip cedera. Praktis Jurgen Klopp hanya memiliki Joe Gomez sebagai bek tengah di tim senior Liverpool.

    Akan tetapi bagi Fabinho, itu bukanlah pertama kalinya dia bermain sebagai bek tengah. Musim lalu dia sempat beberapa kali dipercaya Jurgen Klopp untuk mengisi posisi tersebut.

    Bagi Liverpool, hasil itu sangat berarti karena mereka gagal meraih kemenangan dalam tiga laga sebelumnya di semua kompetisi. Liverpool disingkirkan Arsenal dari ajang Carabao Cup serta menelan kekalahan 2-7 dari Aston Villa setelahnya.

    Akhir pekan kemarin, mereka juga hanya bermain imbang 2-2 dengan rival sekotanya, Everton. Kemenangan itu membuat Liverpool menempel ketat Atalanta di klasemen Grup D Liga Champions. Liverpool hanya kalah selisih gol karena Atalanta menang 4-0 atas Midtjylland pada laga lainnya.

    LIVERPOOL ECHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.