Shakhtar Vs Madrid 2-0, Luka Modric dan Toni Kroos: Kami Kurang Konsisten

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memberi instruksi pada Mariano, Isco dan Vinicius Junior saat bertanding melawan Shakhtar Donetsk dalam penyisihan grup B Liga Champions di NSC Olimpiyskiy, Kyiv, Ukraina, 1 Desember 2020. REUTERS/Gleb Garanich

    Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memberi instruksi pada Mariano, Isco dan Vinicius Junior saat bertanding melawan Shakhtar Donetsk dalam penyisihan grup B Liga Champions di NSC Olimpiyskiy, Kyiv, Ukraina, 1 Desember 2020. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga Liga Champions antara Shakhtar vs Madrid pada Rabu dini hari tadi berakhir dengan skor 2-0. Dua punggawa Real Madrid, Toni Kroos dan Luka Modric, menyatakan bahwa masalah utama mereka adalah konsistensi.

    Modric menilai Real Madrid musim ini belum menunjukkan konsistensi performa seperti yang selalu mereka tunjukkan pada musim-musim sebelumnya. Dia menyatakan hal itu dengan merujuk dua kemenangan atas klub besar Inter Milan pada laga sebelumnya.

    Dia pun menyatakan bahwa hal itu harus segera dibenahi jika tak ingin musim ini semakin buruk. Jika hal itu berhasil mereka tunjukkan, dia yakin Real Madrid masih bisa lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan memenangkan laga terakhir kontra Borussia Moenchengladbach pekan depan.

    "Kami tidak memiliki konsistensi yang selalu kami miliki. Kami memiliki permainan yang hebat, dua pertandingan buruk, satu bagus, dua buruk. Kami kekurangan konsistensi itu dan kami harus memperbaiki itu secepat mungkin," kata Modric usai pertandingan.

    "Madrid telah menunjukkan bahwa ketika kami perlu menang, kami bisa melakukannya, tetapi kami harus menunjukkannya di lapangan karena kata-kata saja tidak cukup."

    "Masih ada pertandingan tersisa, kita akan lihat apa yang terjadi dalam pertandingan Inter dan apa yang harus kami lakukan di pertandingan terakhir," kata gelandang asal Kroasia itu.

    Senada dengan Modric, gelandang Toni Kroos juga menilai timnya tampil kurang konsisten terutama dalam mencetak gol. Dia menilai dua kemenangan atas Inter Milan sebelumnya mampu mereka raih karena mampu unggul lebih dulu.

    Kroos pun mengatakan bahwa Real Madrid dalam kondisi kacau balau musim ini karena kesulitan mencetak gol. Dia menilai mereka sebenarnya bermain cukup baik hanya saja tak memiliki ketajaman di lini depan.

    "Sulit untuk pergi dari sini dengan skor 0-2, saat melawan Inter Milan kami mencetak gol lebih awal dan di sini hampir sama. Mungkin kami tidak begitu bagus, tetapi kami bermain bagus di babak pertama," kata pemain asal Jerman itu.

    "Begitu Anda tertinggal 1-0, segalanya membuat Anda sedikit lebih sulit - kemudian pada skor 2-0 mungkin kami tidak percaya bahwa kami dapat membalikkannya. Meski begitu kami mencobanya sampai akhir."

    "Semuanya kacau, musim ini kami kesulitan mencetak gol. Ini bukan masalah fisik. Saya baik-baik saja, tetapi ketika Anda kalah semuanya negatif. Kami harus terus bekerja dan mencoba untuk memenangkan pertandingan terakhir."

    "Bila Anda sedang dalam jalur kemenangan, Anda jelas memiliki kepercayaan diri lebih dibandingkan Anda kalah - itu normal. Sebagai tim Anda merasa lebih baik saat menang, tetapi kami harus menang lagi; terus bekerja."

    Kekalahan itu memang membuat peluang Real Madrid untuk lolos ke babak 16 besar sedikit tertutup. Mereka kini menduduki posisi ketiga klasemen Grup B dengan perolehan tujuh angka, sama dengan perolehan Shakhtar Donetsk.

    Meskipun Real Madrid memiliki kumulasi gol yang lebih baik, mereka berada di bawah karena dua kali menelan kekalahan dari Shakhtar Donetsk. Kedua tim sama-sama tertinggal satu angka saja dari Borussia Dortmund yang berada di puncak dan unggul dua angka saja dari Inter Milan yang menjadi juru kunci.

    Laga Real Madrid vs Borussia Moenchengladbach, dan Inter Milan vs Shakhtar Donetsk pekan depan akan menjadi penentu siapa wakil dari Grup B yang akan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?