Liga Champions, Guardiola: Permainan Gladbach Mirip dengan Manchester City

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Gelandang Manchester City Ferran Torres, melakukan selebrasi setelah membobol gawang Porto dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, 22 Oktober 2020. Manchester City kalahkan Porto 3-1. Pool via REUTERS/Paul Ellis

    Gelandang Manchester City Ferran Torres, melakukan selebrasi setelah membobol gawang Porto dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Etihad, Manchester, 22 Oktober 2020. Manchester City kalahkan Porto 3-1. Pool via REUTERS/Paul Ellis

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menilai laga pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Borussia Moenchengladbach tak akan berjalan dengan mudah. Menurut dia, Moenchengladbach memiliki permainan yang mirip dengan timnya.

    Berbicara dalam konferensi pers menjelang laga tersebut, Guardiola menyatakan bahwa keberhasilan Moenchengladbach lolos ke babak 16 besar Liga Champions merupakan bukti bahwa mereka memiliki kualitas yang mumpuni. Pada babak penyisihan, Moenchengladbach berhasil menyingkirkan raksasa Italia, Inter Milan.

    Menurut Guardiola, skuad asuhan Marco Rose saat ini memiliki permainan yang mirip dengan timnya. Bagus membangun serangan dengan umpan-umpan pendek plus serangan balik mematikan menjadi senjata andalan Moenchengladbach.

    "Mereka bagus dalam membangun serangand engan umpan-umpan pendek dan mereka bisa juga langsung melepas bola ke depan saat transisi karena memiliki penyerang yang cepat. Tim asal Jerman selalu berbahaya," kata Guardiola.

    "Mereka bisa tiba-tiba memiliki banyak pemain di dalam kotak penalti dan tentu saja para pemain tengah mereka - Neuhaus dan Zakaria atau Kramer - tahu persis apa yang harus mereka lakukan."

    "Mereka bisa mengubah pola permainan dengan empat atau lima pemain saja dan idenya sedikit mirip (dengan permainan Manchester City). Saya tak berharap mereka akan mengubah permainan."

    Baca: Prediksi Moenchengladbach Vs Manchester City di Liga Champions Malam Ini

    Karena itu Guardiola menilai mereka harus terus fokus sepanjang 90 menit pertandingan. Dia dalam sepak bola semua bisa terjadi kapan saja.

    "Sepak bola telah memberikan anda banyak contoh tim yang kehilangan apa yang mereka menangkan selama 45 menit hanya dalam 20 menit. Ini adalah pertandingan, kami harus fokus selama 90 menit seperti yang kami lakukan di Liga Inggris. Tak ada yang spesial atau berbeda, pertandingan ini tak berbeda seperti saat kami bermain melawan Burnley atau Liverpool," kata Guardiola.

    Dia juga menilai modal 18 kemenangan secara beruntun tak membuat laga menghadapi Moenchengladbach itu lebih mudah. Merujuk pada pengalaman mereka di Liga Champions dalam dua musim terakhir dimana Manchester City disingkirkan Tottenham Hotspur dan Lyon, dia menilai sepak bola merupakan permainan yang sulit untuk ditebak.

    "Dalam sepak bola, ketika anda menganalisa betapa bagusnya kami dalam dua bulan terakhir, maka kami akan dianggap bisa melakukan hal yang sama hingga akhir musim ini. Tetapi hal itu tak bisa bekerja untuk masa depan dan masa depan itu adalah besok," kata dia.

    "Sepak bola adalah permainan paling tak bisa diprediksi. Jika anda percaya semuanya terkontrol, maka anda tak akan bisa melakukannya."

    "Saya merasa kami bermain lebih baik saat menghadapi Tottenham atau Lyon. Dalam 180 menit melawan Tottenham kami bermain lebih baik tetapi kami tersingkir. Itulah sepak bola. Semua yang anda bisa lakukan adalah bermain, memainkan prinsip anda dan bermain dengan semangat. Saya fokus hanya pada pertandingan ini saja," kata dia.

    Laga pertama babak 16 besar Liga Champions antara Borussia Moenchengladbach vs Manchester City akan berlangsung pada Kamis dinihari pukul 03.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh SCTV.

    MANCHESTER EVENING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.