Menanti Revolusi Heavy Metal Ralf Rangnick di Manchester United

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Ralf Rangnick. REUTERS/Ina Fassbender

TEMPO.CO, JakartaRalf Rangnick akan segera menjadi pelatih sementara Manchester United. Ia menangani MU hingga akhir musim dan dua tahun berikutnya akan berperan sebagai konsultan.

Ralf Rangnick merupakan sosok dihormati dalam sepak bola, terutama di Jerman. "Kami di Jerman memanggil dia 'profesor sepak bola'. Semua yang dia lakukan selalu dipikirkan masak-masak," kata Lutz Pfannenstiel.

Pfannenstiel pernah menangani Hoffeinheim bersama Rangnick dan kini menjadi direktur olahraga St Louis SC di Amerika Serikat.

Rangnick terkenal pemikir dan cara pandangnya yang metodikal. Meski hanya jadi pelatih sementara, harapan besar tersandar pada pundak pelatih Jerman ini.

Walau belum pernah mengangkat trofi liga, Rangnick memiliki reputasi menyulap klub-klub kecil menjadi kekuatan baru di Bundesliga. Sejak 1983 dia malang melintang di sepuluh klub, termasuk Stuttgart, Hannover, Schalke, Hoffenheim dan RB Leipzig.

Dia juga terampil bermanajemen sehingga menjabat direktur olahraga untuk Red Bull Salzburg dan RB Leipzig, serta terakhir di Lokomotiv Moscow di Liga Rusia.

"Kemampuannya dalam organisasi, struktur dan perencanaan sungguh hebat," sambung Pfannenstiel kepada BBC.

Rangnick memang cuma menjadi pelatih sementara namun begitu proyeknya selesai, dia bakal menjadi orang di belakang layar yang turut menentukan corak Setan Merah musim-musim mendatang. Poin ini pula yang kabarnya membuat dia bersedia meninggalkan Lokomotiv.

MU sendiri cukup beruntung karena kalau Liverpool mendapatkan Jurgen Klopp dan Chelsea memperoleh Thomas Tuchel, maka mereka malah mendapatkan mentor kedua pelatih hebat di Liga Inggris itu.

Sekalipun tak pernah melatih di Inggris, jejak sukses Sang Profesor terekam jelas di Liga Inggris dalam bentuk dampak filosofi sepak bolanya yang diadopsi Klopp dan Tuchel.

Pria berusia 63 tahun itu adalah aristek sepak bola menekan atau pressing yang mempengaruhi pelatih-pelatih seperti Klopp, Tuchel, manajer Bayern Muenchen Julian Nagelsmann, dan banyak lagi.

Gaya main ini acap disebut "Gegenpressing" dan mulai dipraktikkan pada 2015 oleh Klopp di Borussia Dortmund. Tapi yang membidaninya adalah Ringnick dan mulai diadopsi luas setelah Pep Guardiola melatih Bayern Muenchen pada 2014.

"Gegenpressing" bertumpu kepada permainan yang tak henti menekan lawan dengan tujuan merusak konsentrasi lawan sehingga membuat kesalahan untuk kemudian menyerang balik begitu sisi rentan lawan terekspos.

Dalam beberapa hal Manchester City asuhan Pep Guardiola menerapkan pola yang konstan menekan seperti ini.

"Filosofi kami mirip sekali dengan teman saya Jurgen Klopp," kata dia dalam kanal YouTube Coaches' Voice.

Sebagaimana Klopp, Rangnick benci main bertahan, bahkan sewaktu aktif menjadi eksekutif Red Bull dia pernah berkata, "Sepak bola Red Bull kami itu heavy metal, rock and roll, bukan waltz yang lamban. Kami benci umpan melingkar, umpan ke belakang. Cuma menguasai bola di daerah sendiri itu sungguh tak masuk akal."

Rangnick pernah berteori 60 persen gol tercipta kurang dari 10 detik setelah tim pencetak gol merebut bola dari lawan. Dalam kata lain, gol tercipta karena tim menekan lawannya.

Selanjutnya: Prioritaskan pemain muda






Cristiano Ronaldo Berdarah dan Memar saat Timnas Portugal Kalahkan Republik Cek 4-0

10 jam lalu

Cristiano Ronaldo Berdarah dan Memar saat Timnas Portugal Kalahkan Republik Cek 4-0

Cristiano Ronaldo memimpin Timnas Portugal mengalahkan Republik Cek 4-0 dalam pertandingan UEFA Nations League pada Sabtu, 24 September 2022.


Jelang Jadwal Arsenal vs Tottenham, Wenger: The Gunners Punya Peluang Bagus Juara Liga Inggris

15 jam lalu

Jelang Jadwal Arsenal vs Tottenham, Wenger: The Gunners Punya Peluang Bagus Juara Liga Inggris

Arsene Wenger menilai Arsenal memiliki peluang bagus untuk memenangi gelar Liga Inggris musim ini.


Harry Maguire Tetap Jadi Bagian Timnas Inggris, Gareth Southgate Siap Pertaruhkan Reputasinya

2 hari lalu

Harry Maguire Tetap Jadi Bagian Timnas Inggris, Gareth Southgate Siap Pertaruhkan Reputasinya

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, bersikeras bahwa pemain Manchester United, Harry Maguire, adalah bek terbaik.


Prediksi Jurgen Klopp Jadi Kenyataan, Gabriel Martinelli Kini Saingi Kevin De Bruyne di Liga Inggris

2 hari lalu

Prediksi Jurgen Klopp Jadi Kenyataan, Gabriel Martinelli Kini Saingi Kevin De Bruyne di Liga Inggris

Gabriel Martinelli yang bergabung dengan Arsenal pada 2019, tampil mengesankan pada awal musim ini dan menjadi pemain penting di skuad Mikel Arteta.


Dilema Gareth Southgate Menentukan Skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2022

2 hari lalu

Dilema Gareth Southgate Menentukan Skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2022

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate menghadapi dilema minimnya menit bermain sejumlah pemain kunci menjelang Piala Dunia 2022.


Liga Inggris: Mark Noble Kembali ke West Ham, Jadi Direktur Olahraga Klub

3 hari lalu

Liga Inggris: Mark Noble Kembali ke West Ham, Jadi Direktur Olahraga Klub

West Ham saat ini berada di zona degradasi, peringkat ke-18 klasemen sementara Liga Inggris.


Mantan Kiper Manchester United Sebut Lisandro Martinez Seperti Roy Keane

3 hari lalu

Mantan Kiper Manchester United Sebut Lisandro Martinez Seperti Roy Keane

Mantan kiper Manchester United, Raimond van der Gouw, mengatakan Lisandro Martinez seperti Roy Keane setelah bertemu bek Argentina itu di Carrington.


Klub Liga Inggris Dihantui Jadwal Padat Usai Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Klub Liga Inggris Dihantui Jadwal Padat Usai Piala Dunia 2022

Tujuh tim Liga Inggris yang bermain di kompetisi Eropa diprediksi bakal menghadapi jadwal padat usai Piala Dunia 2022.


Frenkie de Jong Ungkap Alasannya Tak Tertarik Pindah ke Manchester United dan Ngotot Bertahan di Barcelona

3 hari lalu

Frenkie de Jong Ungkap Alasannya Tak Tertarik Pindah ke Manchester United dan Ngotot Bertahan di Barcelona

Manchester United dan Barcelona sudah mencapai kesepakatan untuk transfer Frenkie de Jong, tapi sang pemain bersikeras tetap bertahan di Camp Nou.


Penyerang Manchester United Cristiano Ronaldo Masih Berambisi Main di Piala Eropa 2024 setelah Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Penyerang Manchester United Cristiano Ronaldo Masih Berambisi Main di Piala Eropa 2024 setelah Piala Dunia 2022

Penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo, akan menjadi kapten Timnas Portugal untuk Piala Dunia 2022.