Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

PSIS Semarang Dikenai Sanksi Pertandingan Tanpa Penonton, Apa Sebab Hukuman Itu Dijatuhkan?

image-gnews
Pemain dan oficial tim PSIS Semarang dan PSS Sleman memasuki lapangan saat kericuhan di penghujung pertandingan di Stadion Jatidiri Semarang, Ahad, 3 Desember 2023. ANTARA/I.C. Senjaya
Pemain dan oficial tim PSIS Semarang dan PSS Sleman memasuki lapangan saat kericuhan di penghujung pertandingan di Stadion Jatidiri Semarang, Ahad, 3 Desember 2023. ANTARA/I.C. Senjaya
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Disiplin atau Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSIS Semarang berupa “pertandingan tanpa penonton saat menjadi tuan rumah” di Liga 1 Indonesia 2023/2024 sampai akhir musim. Hukuman itu buntut laga antara PSIS Semarang menjamu PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Semarang pada Ahad, 3 Desember berakhir ricuh. PSIS juga mendapat sanksi tambahan berupa denda sebesar Rp 25 juta.

Lantas pelanggaran apakah yang menyebabkan sanksi berupa pertandingan tanpa penonton dapat dijatuhkan?

Dikutip dari lampiran dokumen Kode Disiplin PSSI 2023, ada empat kondisi yang menyebabkan dijatuhkannya sanksi berupa pertandingan tanpa penonton. Keempat pelanggaran tersebut yaitu terjadi kerusuhan; penjarahan; pembunuhan, penganiayaan, dan perkelahian; serta gabungan dari ketiga pelanggaran tersebut.

1. Kerusuhan

Kerusuhan yang dimaksud berupa pembakaran atau perusakan. Apabila kerusuhan dilakukan oleh penonton klub tuan rumah, sanksi diberikan berupa pertandingan kandang tanpa penonton sekurang-kurangnya satu laga. Sanksi lainya berupa penutupan sebagian stadion maupun denda minimal Rp25 juta.

Bila kerusuhan dilakukan oleh penonton klub tamu, sanksi yang diberikan yaitu pertandingan tandang tanpa penonton pendukung sekurang-kurangnya satu laga dan denda paling sedikit Rp25 juta. Sedangkan terhadap individu, pelaku diberikan sanksi larangan memasuki stadion di seluruh Indonesia minimal 10 bulan.

“Jika dilakukan terhadap klubnya sendiri, maka penonton tersebut wajib membayar ganti rugi sebesar yang ditetapkan oleh klub,” bunyi regulasi Kode Disiplin PSSI 2023 itu.

2. Penjarahan

Apabila terjadi penjarahan yang dilakukan oleh penonton klub tuan rumah, klub tersebut diberikan sanksi sekurangkurangnya larangan saty kali pertandingan home tanpa penonton atau penutupan sebagian stadion dan denda sekurang-kurangnya Rp25 juta.

Demikian juga bila penjarahan dilakukan oleh penonton klub tamu, klub tamu tersebut diberikan sanksi sekurang-kurangnya larangan satu kali pertandingan away tanpa Penonton pendukung dan denda minimal Rp25 juta.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

3. Pembunuhan, Penganiayaan, dan Perkelahian

Terhadap tingkah laku buruk penonton klub tuan rumah, klub tuan rumah diberikan sanksi sekurang-kurangnya larangan satu kali pertandingan tandang tanpa penonton atau penutupan sebagian stadion dan denda sekurang-kurangnya Rp25 juta.

Serupa, bila tingkah laku buruk tersebut dilakukan oleh penonton klub tamu, klub tamu diberikan sanksi sekurang-kurangnya larangan satu kali pertandingan away tanpa penonton pendukung dan denda sekurang-kurangnya Rp25 juta.

“Terhadap individu pelaku disanksi larangan memasuki stadion di seluruh Indonesia sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) bulan,” bunyi aturan tersebut.

4. Gabungan ketiga pelanggaran tersebut

Sanksi pertandingan home tanpa penonton juga dapat diberikan kepada tim tuan rumah aabila penonton tuan rumah melakukan tiga pelanggaran tersebut sekaligus. Sanksi diberikan minimal satu kali pertandingan dan denda paling sedikit Rp25 juta. Sanksi juga berupa penutupan sebagian stadion. Hukuman serupa diterapkan kepada tim tamu apabila pelanggaran dilakukan oleh penonton klub tamu.

Sebelumnya, PSIS Semarang mengaku keberatan dengan sanski yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin PSSI tersebut. Selain merasa keberatan, mereka juga menyebut hukuman ini tidak adil. Hal itu diungkapkan oleh CEO PSIS A.S.Sukawijaya dalam siaran pers di Semarang, Kamis, 7 Desember 2023. Hukuman yang sangat berat dan tidak adil karena larangan pertandingan tanpa penonton hingga akhir musim,” katanya.

Menurut Sukawijaya, dalam ricuh antarpenonton tersebut PSIS sebagai tuan rumah justru sebagai korban. Bahkan, lanjut dia, Panitia Pelaksana Pertandingan PSIS Semarang sudah berusaha maksimal sejak awal hingga bergerak cepat untuk mengatasi kejadian di dalam stadion. Atas putusan Komdis PSSI yang dinilai tidak adil tersebut, kata dia, PSIS akan mengajukan banding.

Pilihan Editor: Dihukum Tanpa Penonton hingga Akhir Liga 1Musim Ini, PSIS Semarang Keberatan karena Merasa Jadi Korban

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

2 jam lalu

Polisi menemukan jasad Afif (13 tahun) di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang. Istimewa
Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Dugaan Penyiksaan Bocah oleh Polisi, Komnas HAM: Intimidasi

Komnas HAM menilai Polda Sumbar tengah melakukan intimidasi dengan mencari orang yang memviralkan dugaan penyiksaan bocah hingga tewas oleh polisi.


Pria Asal Tangsel yang Aniaya Pacarnya Ditetapkan Tersangka, Tes Urine Positif Konsumsi Sabu

10 jam lalu

Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Pria Asal Tangsel yang Aniaya Pacarnya Ditetapkan Tersangka, Tes Urine Positif Konsumsi Sabu

Usai memukuli dan menyekap pacarnya, pria asal Tangsel sempat melarikan diri ke sejumlah tempat hingga akhirnya ditangkap di Depok.


Fakta-Fakta Bocah 13 Tahun Diduga Tewas Disiksa Polisi di Padang

1 hari lalu

Polisi menemukan jasad Afif (13 tahun) di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang. Istimewa
Fakta-Fakta Bocah 13 Tahun Diduga Tewas Disiksa Polisi di Padang

Fakta-fakta mengenai bocah 13 tahun yang diduga tewas akibat disiksa polisi di Padang.


Konser Musik di Tangerang Berakhir Rusuh, Penonton Bakar Panggung

1 hari lalu

Ilustrasi kerusuhan. AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO
Konser Musik di Tangerang Berakhir Rusuh, Penonton Bakar Panggung

Kerusuhan terjadi dalam konser musik Tangerang Musik Festival yang digelar di Lapangan Sepak Bola, Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang.


3 Fakta Rusun Marunda yang Sempat Dijarah

2 hari lalu

Kondisi Rusun Marunda blok C yang mengalami kerusakan di Cilincing, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2023. Sebanyak 451 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Rusun Marunda blok C1 - C5 telah dipindahkan karena kondisi bangunan sudah tidak layak huni. ANTARA FOTO/Rifqi Raihan Firdaus
3 Fakta Rusun Marunda yang Sempat Dijarah

Rusun Marunda di Jakarta Utara dijarah oleh orang tak bertanggungjawab. Diketahui Aset Rusun Blok C, Cilincing, Jakarta Utara, itu raib dijarah.


Bocah Tewas Diduga Disiksa Polisi, Polresta Padang Sebut Bila Ada Pelanggaran Akan Diproses

2 hari lalu

Ilustrasi Penyiksaan oleh Polisi atau Kekerasan oleh Polisi. shutterstock.com
Bocah Tewas Diduga Disiksa Polisi, Polresta Padang Sebut Bila Ada Pelanggaran Akan Diproses

Jika ditemukan pelanggaran oleh anggota polisi Padang yang mengakibatkan tewasnya Afif Maulana diproses oleh Bidpropam Polda Sumbar.


Gelar Konferensi Pers kematian Mikael Histon Sitanggang, Kantor LBH Medan Didatangi Anggota TNI

2 hari lalu

Irvan Saputra bersama Leni Damanik mengungkap kasus matinya Histon Sitanggang dalam konferensi pers di LBH Medan, Jumat, 21 Juni 2024. TEMPO/Mei Leandha
Gelar Konferensi Pers kematian Mikael Histon Sitanggang, Kantor LBH Medan Didatangi Anggota TNI

Mikael Histon Sitanggang adalah remaja 13 tahun yang diduga meninggal setelah dianiaya anggota TNI di Deli Serdang, Sumatera Utara.


Buron Setelah Sekap dan Aniaya Pacar, Pria Asal Tangsel Dibekuk di Depok

2 hari lalu

Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq saat dijumpai di Polsek Pondok Aren, Jumat 21 Juni 2024. (TEMPO/Muhammad Iqbal)
Buron Setelah Sekap dan Aniaya Pacar, Pria Asal Tangsel Dibekuk di Depok

Polisi menangkap Imam Supandi yang buron setelah dileporkan menganiaya pacar.


Dua Pelaku Penganiayaan Pria Pipis Sembarangan di Tangsel Dibekuk

3 hari lalu

Rino pemuda asal Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan menjadi korban pengeroyokan. Foto istimewa
Dua Pelaku Penganiayaan Pria Pipis Sembarangan di Tangsel Dibekuk

Seorang pelaku penganiayaan pria kencing sembarangan itu sudah dua kali dilaporkan ke polisi karena kasus pengeroyokan.


Aset Rusun Marunda Dijarah, Heru Budi Sebut Pelaku Sudah Ditangkap

6 hari lalu

Kondisi Rusun Marunda blok C yang mengalami kerusakan di Cilincing, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2023. Sebanyak 451 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Rusun Marunda blok C1 - C5 telah dipindahkan karena kondisi bangunan sudah tidak layak huni. ANTARA FOTO/Rifqi Raihan Firdaus
Aset Rusun Marunda Dijarah, Heru Budi Sebut Pelaku Sudah Ditangkap

Heru Budi Hartono menyatakan bebera pelaku penjarahan aset Rusun Marunda sudah ditangkap dan diproses hukum.