Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kaleidoskop 2023 Sepak Bola: Dibatalkannya Piala Dunia U-20 hingga Suksesnya Piala Dunia U-17

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Pesepak bola Timnas Jerman U-17 mengangkat trofi usai menjadi juara Piala Dunia U-17 2023 setelah mengalahkan Prancis U-17 lewat adu penalti di laga final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Desember 2023. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Pesepak bola Timnas Jerman U-17 mengangkat trofi usai menjadi juara Piala Dunia U-17 2023 setelah mengalahkan Prancis U-17 lewat adu penalti di laga final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Desember 2023. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tidak terasa saat ini telah memasuki penghujung 2023 yang menandakan bahwa tahun akan berganti ke 2024. Telah banyak hal yang dilalui oleh masyarakat Indonesia, khususnya publik pecinta sepak bola dalam kaleidoskop 2023.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut ringkasan peristiwa sepak bola nasional yang terjadi selama 2023. 

1. Dibatalkannnya Piala Dunia U-20

Timnas Indonesia kelompok usia di bawah 20 tahun sejatinya akan menjadi timnas Indonesia pertama yang akan tampil pada ajang Piala Dunia. Namun demikian, harapan tersebut menjadi pupus setelah penyelenggara Piala Dunia, yakni FIFA memutuskan untuk membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. 

Informasi yang diumumkan melalui laman resmi FIFA pada Rabu malam WIB, 30 Maret 2023 tersebut disebabkan oleh adanya situasi yang pada saat itu terjadi, yakni penolakan terhadap partisipasi dan kehadiran timnas Israel ke Indonesia. Padahal Indonesia telah menyiapkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia sejak 2019 lalu, pada saat rapat di Shanghai, Cina, Indonesia mengalahkan dua negara lainnya, yakni Peru dan Brazil. 

Penolakan terhadap kedatangan dan partisipasi timnas Israel turut disuarakan oleh beberapa pejabat Indonesia, seperti Ganjar Pranowo yang pada saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Bali, yakni I Wayan Koster. Kendati demikian, FIFA tidak memberikan alasan yang jelas mengenai pembatalan status tuan rumah Indonesia dalam gelaran Piala Dunia U-20.  

2. Kisruh Rumput Jakarta International Stadium

Meskipun statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut, tetapi FIFA dengan segera menganugerahkan status tuan rumah Piala Dunia U-17 bagi Indonesia. Kendati demikian, terdapat polemik yang terjadi, yakni penunjukan JIS atau Jakarta International Stadium sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17. 

Seperti dilansir dari Koran Tempo edisi Minggu, 9 Juli 2023, hal yang dipermasalahkan terkait penunjukan JIS sebagai salah satu stadion yang akan menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia U-17, yakni rumput stadion. Lebih lanjut, rumput JIS pada saat itu dianggap salah penanamannya oleh ahli rumput yang kemudian dikutip oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono, rumput ditanam pada karpet sintetis yang terlalu dangkal sehingga akarnya tidak kuat. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka JIS direnovasi dengan penggantian rumput, sehingga JIS telah mendapatkan rekomendasi dari FIFA untuk Piala Dunia U-17. Kendati demikian, upaya renovasi tersebut menjadi memanas karena adanya dugaan politisasi renovasi JIS karena dianggap sebagai peninggalan gubernur DKI Jakarta terdahulu, yakni Anies Baswedan. 

3. Kesuksesan Piala Dunia U-17

Setelah secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U–17, Indonesia segera berbenah dengan melakukan renovasi pada beberapa stadion yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggara. Meskipun tidak sukses dalam kompetisi karena timnas U-17 Indonesia harus gugur pada babak penyisihan grup, tetapi penyelenggaraan Piala Dunia U-17 Indonesia dianggap sukses oleh FIFA. 

Seperti dilansir dari laman Pssi.org, kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah dipuji secara langsung oleh FIFA. Lebih lanjut, pujian FIFA terhadap kesuksesan Indonesia sebagai penyelenggara Piala Dunia turut disampaikan dalam penyediaan fasilitas dan pelayanan yang dianggap oleh FIFA telah mencapai kelas dunia. 

Selain itu, indikator kesuksesan acara tersebut juga turut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora Dito Ariotedjo yang menyebut bahwa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-17 di Indonesia menghasilkan perputaran uang hingga mencapai ratusan miliar rupiah.

Lebih lanjut, seperti dilansir dari laman Kemenpora.go.id, jumlah tersebut diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh Kemenpora, PSSI, dan Litbang Kompas, serta menggunakan analisis data sekunder bersumber dari BPS dan data RAB penyelenggaraan Piala Dunia U-17 Kemenpora. 

RENO EZA MAHENDRA | ANDIKA DWI | KORAN TEMPO
Pilihan editor: Kaleidoskop Olahraga Agustus 2023, Penjualan Jersey Lionel Messi Cetak Rekor Kylian Mbappe Perpanjang Kontrak di PSG

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Begini Cara Manfaatkan Transportasi Terintegrasi Menuju Jakarta International Stadium

1 hari lalu

Begini Cara Manfaatkan Transportasi Terintegrasi Menuju Jakarta International Stadium

Terdapat berbagai pilihan moda seperti KRL Commuter Line, Transjakarta, LRT, dan Mikro Trans.


Anies Baswedan Siap Maju di Pilkada Jakarta, Ini Alasannya

4 hari lalu

Anies Baswedan saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal dengan PKL dan warga kampung Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Kampung Marlina, Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara pada Ahad, 19 Mei 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Anies Baswedan Siap Maju di Pilkada Jakarta, Ini Alasannya

Saat mengungkapkan alasannya maju lagi di Pilkada Jakarta, Anies Baswedan juga membahas nasib warga Kampung Bayam di Jakarta Utara.


Respons Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia U-20 2025, Indra Sjafri Bicara Target ke Piala Dunia

6 hari lalu

Pelatih timnas U-20 Indonesia Indra Sjafri saat ditemui di Lapangan B Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Maret 2024. TEMPO/Randy
Respons Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia U-20 2025, Indra Sjafri Bicara Target ke Piala Dunia

AFC telah menggelar pengundian fase grup Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis, 13 Juni 2024.


BPBD DKI Deteksi Banjir Rob di Jakarta Utara, Area Depan JIS Sempat Tergenang

16 hari lalu

Pintu Air Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. ANTARA/HO-Pemkot Jakut
BPBD DKI Deteksi Banjir Rob di Jakarta Utara, Area Depan JIS Sempat Tergenang

Tim BPBD DKI sempat menemukan genangan banjir rob di Jakarta Utara. Ketinggian arus di Pintu Air Pasar Ikan sempat mencapai 250 Cm.


Dukung Sportainment, JIS Gelar JIS Sport Festival (JSF)

25 hari lalu

Dukung Sportainment, JIS Gelar JIS Sport Festival (JSF)

JSF akan menghadirkan berbagai aktivitas olahraga dalam satu tempat, mulai dari olahraga poundfit with community, gymnastic, fun walk, pertunjukan silat, dan sebagainya.


Pulang Sekolah Tak Lagi ke Kampung Susun Bayam, Anak-anak Trauma Kala Dihalangi Satpam

27 hari lalu

Ekspresi warga usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pulang Sekolah Tak Lagi ke Kampung Susun Bayam, Anak-anak Trauma Kala Dihalangi Satpam

Anak-anak mengalami trauma saat pulang sekolah sekolah tak bisa masuk ke Kampung Susun Bayam karena dihalangi sejumlah satpam.


Kisah Nenek 69 Tahun Dimasukkan ke dalam Bus oleh 6 Polwan Saat Pengosongan Kampung Susun Bayam

28 hari lalu

Warga eks Kampung Susun Bayam, Nuriyati, 69 tahun, menceritakan dirinya ditangkap enam polisi wanita dan sembunyikan di sebuah bis, Selasa, 21 Mei 2024. Dia diangkut diam-diam saat anggota keamanan memaksa warga tinggalkan kampung susun di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. TEMPO/Ihsan Reliubun
Kisah Nenek 69 Tahun Dimasukkan ke dalam Bus oleh 6 Polwan Saat Pengosongan Kampung Susun Bayam

Nenek 69 tahun, Nuriyati, ikut menghadang petugas keamanan yang didatangkan PT Jakpro untuk mengusir warga Kampung Susun Bayam.


Perlawanan Terakhir Warga Kampung Susun Bayam: Suatu Saat Kami Akan Kembali ke Sini

28 hari lalu

Ekspresi warga usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Perlawanan Terakhir Warga Kampung Susun Bayam: Suatu Saat Kami Akan Kembali ke Sini

Ratusan petugas dari satpol PP, TNI, polisi dan satpam dikerahkan untuk pengosongan paksa Kampung Susun Bayam. Wartawan sempat dilarang masuk.


Jakpro Nyatakan Sudah Ganti Untung 642 KK Warga Kampung Bayam

29 hari lalu

Pencairan Kompensasi Ganti Untung Resettlement Action Plan (RAP) Warga Kampung Bayam secara Bertahap mulai awal 2021 hingga pertengahan 2022
Jakpro Nyatakan Sudah Ganti Untung 642 KK Warga Kampung Bayam

Jakpro telah mengucurkan total dana sebesar Rp 13,9 miliar untuk ganti untung. Kelompok Paguyuban Warga Kelompok Tani Kampung Bayam Madani juga sudah mendapat ganti untung.


Cerita Warga Terusir dari Kampung Susun Bayam, Pindah ke Hunian Sementara

29 hari lalu

Suasana saat  warga berdiskusi dengan PT Jakpro usai adanya pengusiran secara paksa di Rusun Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 21 Mei 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Resilience Hari Akbar mengatakan bahwa pagi tadi telah terjadi pengusiran secara paksa bahkan menggunakan kekerasan fisik oleh Satpol PP dan Pemerintah Provinsi DKI. Warga Kampung Bayam pun bernegoisasi dengan pihak PT Jakpro, hingga pihak Kepolisian. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Cerita Warga Terusir dari Kampung Susun Bayam, Pindah ke Hunian Sementara

Dengan wajah sendu, satu per satu warga yang menghuni Kampung Susun Bayam terpaksa meninggalkan bangunan yang mereka tempati sejak Maret 2023 itu.