Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Di Tengah Agresi Israel, Timnas Palestina Siap Tampil di Piala Asia 2023

Editor

Sapto Yunus

image-gnews
Pemain Timnas Palestina dalam pertandingan persahabatan FIFA Matchday melawan Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/6/2023). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
Pemain Timnas Palestina dalam pertandingan persahabatan FIFA Matchday melawan Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/6/2023). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
Iklan

TEMPO.CO, JakartaTimnas Palestina akan menghadapi Iran dalam pertandingan perdana Grup C Piala Asia 2023 pada Senin dini hari WIB, 15 Januari 2024. Palestina telah mempersiapkan turnamen di kamp-kamp di Aljazair dan Arab Saudi menjelang partisipasi ketiga mereka di turnamen kontinental itu.

Persiapan pasukan Makram Daboub jauh dari mudah karena bom Israel menghujani Gaza setiap hari ketika jumlah korban tewas mendekati angka 24.000 menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Perang selalu terjadi bagi Lions of Canaan karena FA berharap kehadiran tim di Qatar menambah fokus dunia pada situasi tersebut.

Kejuaraan domestik di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah ditangguhkan sejak dimulainya perang Israel vs Hamas pada Oktober lalu, sehingga persiapan Piala Asia dalam situasi seperti ini merupakan pengembaraan bagi para pemain Palestina. 

Mereka tidak mampu, dan juga tidak ingin melepaskan diri dari apa yang rakyat mereka derita setiap hari di tangan Israel. “Kami memiliki masalah fisik, teknis, dan taktis akibat penangguhan kejuaraan lokal tanpa melupakan aspek mental,” kata pelatih kelahiran Tunisia, Daboub, seperti dikutip AS pada Jumat, 13 Januari 2024.

Ini akan menjadi turnamen khusus bagi para pesepak bola Palestina yang harus mengatasi hambatan psikologis untuk tampil di level tertinggi. Sebab, tidak mungkin untuk melepaskan diri dari apa yang terjadi di Gaza setiap hari dengan rekan senegaranya dan anggota keluarga mereka terancam oleh perang. 

“Selama kamp pelatihan di Aljazair, kami mencoba memutuskan hubungan dari jejaring sosial, mengisolasi diri secara mental, tetapi setelah pelatihan, terkadang seseorang mengetahui bahwa mereka telah kehilangan teman atau anggota keluarga,” kata Mohammed Rashid yang telah mencatatkan 36 penampilan internasional bersama Palestina kepada surat kabar Italia Gazzetta dello Sport.

“Saya ingin memberi tahu orang-orang kami bahwa hati kami akan bersama mereka di lapangan. Kami akan berusaha memberikan kebahagiaan sederhana kepada masyarakat kami di Gaza,” ujar penjaga gawang Rami Hamadeh. 

Timnas Palestina tiba di Qatar pada 3 Januari lalu dengan banyak anggota tim dengan bangga mengenakan keffiyeh di leher mereka sebagai tanda identitas dan solidaritas terhadap bangsanya.

Selanjutnya, puluhan atlet Palestina gugur akibat serangan Israel…

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


24 jam setelah Kembali dari Gaza, Seorang Prajurit Israel Bunuh Diri

9 menit lalu

Tank Israel memasuki kembali Israel dari Gaza, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, dekat perbatasan Israel-Gaza, di Israel selatan, 11 Januari 2024. REUTERS/Tyrone Siu
24 jam setelah Kembali dari Gaza, Seorang Prajurit Israel Bunuh Diri

Prajurit Israel bunuh diri 24 jam setelah meninggalkan pertempuran Gaza, seiring dengan meningkatnya krisis psikologis di kalangan tentara.


Ketua Hak Asasi Manusia PBB: Situasi di Tepi Barat Memburuk Secara Drastis

4 jam lalu

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk berbicara saat konferensi pers di Amman, Yordania 10 November 2023. REUTERS/Alaa Al Sukhni
Ketua Hak Asasi Manusia PBB: Situasi di Tepi Barat Memburuk Secara Drastis

Kepala komisi HAM PBB memperingatkan situasi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel memburuk


Selandia Baru Kucurkan Dana Bantuan Tambahan Rp82 Miliar ke Gaza

5 jam lalu

Anak-anak Palestina yang menderita kekurangan gizi menerima perawatan di pusat kesehatan, di tengah kelaparan yang meluas, ketika konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 4 Maret 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Selandia Baru Kucurkan Dana Bantuan Tambahan Rp82 Miliar ke Gaza

Selandia Baru menyadari bencana kemanusiaan di Gaza telah meluas. Dana bantuan tambahan ini akan disalurkan lewat WFP dan UNICEF


Mohammed bin Salman Minta Dunia Akui Palestina Negara Merdeka

9 jam lalu

Putra Mahkota  Mohammed bin Salman. Sumber: AFP/Andrew Caballero-Reynolds/Pool/asiatimes.com
Mohammed bin Salman Minta Dunia Akui Palestina Negara Merdeka

Mohammed bin Salman menyerukan pada masyarakat dunia agar mau mengakui Palestina sebagai negara merdeka demi terwujudnya perdamaian


UNRWA: Tak Ada Jeda Operasi Militer Israel, Pertempuran Masih Berlanjut di Gaza

1 hari lalu

Ketua UNRWA Philippe Lazzarini. REUTERS
UNRWA: Tak Ada Jeda Operasi Militer Israel, Pertempuran Masih Berlanjut di Gaza

Militer Israel telah mengumumkan jeda taktis untuk membiarkan bantuan masuk ke Gaza, namun di lapangan pertempuran terus berlanjut.


7 Relawan MER-C Masih Bertugas di Gaza

1 hari lalu

Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan Masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Gaza, 16 Juni 2024. Warga Palestina yang menjadi korban konflik antara Israel dan Hamas merayakan Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan. REUTERS/Mohammed Salem
7 Relawan MER-C Masih Bertugas di Gaza

MER-C mengkonfirmasi relawannya yang bertugas di Gaza tersisa tujuh orang. Bersama warga Gaza, pada 16 Juni 2024, mereka solat Idul Adha


Warga Gaza Laksanakan Idul Adha di Tengah Reruntuhan

1 hari lalu

Warga Palestina bersiap melaksanakan salat Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan Masjid Al-Rahma yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, Gaza, 16 Juni 2024. Warga Palestina yang menjadi korban konflik antara Israel dan Hamas merayakan Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan. REUTERS/Mohammed Salem
Warga Gaza Laksanakan Idul Adha di Tengah Reruntuhan

Ratusan orang di Gaza pada Minggu, 16 Juni 2024, melaksanakan salat Idul Adha di tengah puing-puing dan bangunan yang hancur.


Benjamin Netanyahu Tak Setuju Ada Jeda Pertempuran

1 hari lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberi isyarat saat ia menyampaikan pernyataan selama kunjungannya di hotline nasional Kementerian Kesehatan, di Kiryat Malachi, Israel 1 Maret 2020. [REUTERS / Amir Cohen]
Benjamin Netanyahu Tak Setuju Ada Jeda Pertempuran

Benjamin Netanyahu silang pendapat dengan militer Israel yang mengusulkan agar ada jeda pertempuran sehingga bantuan bisa masuk Gaza


Israel Jeda Aktivitas Militer di Gaza selatan untuk Fasilitasi Bantuan

1 hari lalu

Warga Palestina berjalan di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan militer Israel, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Beit Lahia di Jalur Gaza utara, 12 Juni 2024. Korban anak-anak mencapai angka yang mengerikan, yaitu 15.162 jiwa, dan 10.018 wanita tewas dalam serangan Israel. Selain itu, lebih dari 7.000 warga Palestina dilaporkan hilang. REUTERS/Mahmoud Issa
Israel Jeda Aktivitas Militer di Gaza selatan untuk Fasilitasi Bantuan

Militer Israel akan mengadakan jeda taktis harian dalam aktivitas militer di sepanjang jalan utama di Gaza selatan untuk mengalirkan bantuan.


Idul Adha Tahun Ini, Israel Larang Hewan Kurban Masuk Gaza

2 hari lalu

Warga Palestina mengangkut seekor domba ke sebuah truk di pasar ternak menjelang festival Idul Adha, di Nablus di Tepi Barat yang diduduki Israel 5 Agustus 2019. [REUTERS / Abed Omar Qusini]
Idul Adha Tahun Ini, Israel Larang Hewan Kurban Masuk Gaza

Larangan Israel terhadap masuknya hewan kurban membuat ratusan ribu keluarga di Jalur Gaza kehilangan kesempatan untuk merayakan Idul Adha.