Masa Depan Chelsea Berada di Pundak Pemain Mudanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daniel Sturridge. AP/Sang Tan

    Daniel Sturridge. AP/Sang Tan

    TEMPO Interaktif,London:Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti membuat keputusan tepat dengan menurunkan pemain mudanya melawan MSK Zilina. Buktinya, darah-darah muda The Blues mampu membalikkan performa buruk tim di Liga Primer Inggris dengan menekuk klub Slovakia itu 2-1 pada lanjutan fase Grup F Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (24/11).

    Pemain muda Chelsea memang mampu memperlihatkan tajinya di hadapan Ancelotti. Gol penyama kedudukan dari pemain berusia 21 tahun Daniel Sturridge ditambah penampilan meyakinkan dari gelandang 17 tahun Josh Mceachran, serta bek 20 tahun Patrick van Aanholt pada babak kedua membantu tim London itu dalam memetik kemenangan setelah tertinggal lewat gol dari Bello Babatounde pada menit ke-19.

    Mesin serangan Chelsea musim ini Florent Malouda Florent Malouda mencetak gol kemenangan, yang memberi Chelsea 15 poin dari 5 pertandingan. Kemenangan ini juga menjamin posisi mereka di puncak klasemen Grup F, diikuti Olympique Marseille (9 nilai), yang juga memetik kemenangan 3-0 dari Spartak Moskow.

    Babatounde mengungguli Zilina yang mempertahankan keunggulannya hingga turun minum. Bangkit, Sturridge menyamakan kedudukan dengan tembakan jarak dekatnya pada laga ke-100 Chelsea di ajang Benua Biru.

    Chelsea balik mendominasi permainan pada babak kedua sebelum mengemas gol kemenangannya lewat Malouda empat menit jelang usai permainan. Hasil ini sedikit mengangkat mimpi buruk di tim setelah ditinggal asisten pelatihnya Ray Wilkins secara kontroversial dan dipaksa menerima tiga kekalahan pada 4 pertandingan di liga yang memantik rumor kepergian Ancelotti.

    Namun Ancelotti tetap santai dan memberikan kemenangan melawan Zilina. Pada pertandingan dia menurunkan enam pemain pengganti tanpa pemain senior yang cedera atau diistirahatkan seperti John Terry, Frank Lampard, Michael Essien, dan Alex, untuk memberi kesempatan pemain muda tampil.

    “Kami tidak bermain bagus pada babak pertama. Namun kami membalik keadaan setelah turun minum dan saya puas dengan penampilan para pemain muda secar umum,” kata Ancelotti.

    Ancelotti menilai kemenangan ini sebagai hasil penting. Ditotal Chelsea sukses menjaringkan 60 tembakan ke gawang pada dua pertandingan namun hanya mampu mencetak dua gol di antaranya. “Kami tidak beruntung bisa mencetak lebih banyak gol namun para pemain muda mendapat pengalaman bermain bagus dan memperlihatkan kualitasnya di tim,” pujinya.

    Secara khusus Ancelotti memuji penampilan McEachran, gelandang tim nasional U-17 Inggris yang telah bersama Chelsea sejak berusia 8 tahun. Ini adalah penampilan keduanya bersama tim senior. “McEachran bagus dalam bertahan namun ia juga bisa memainkan bola-bola panjang maupun pendek tanpa masalah. Permainannya telah berkembang, ia harus mempertajam penampilan namun ia siap tampil,” kata mantan pelatih AC Milan itu.

    Gol kejutan

    Chelsea terlihat bermain angin-anginan pada babk pertama. Namun gawang kiper kedua Ross Turnbull mendapat kejutan setelah Bello, pemain Nigeria berusia 21 tahun kelahiran Benin bertukar operan dengan Robert Jez sebelum menjebol gawang pengganti Petr Cech pada menit ke-19.

    Itu menjadi gol pertama yang berhasil dikemas Zilina di Liga Champions sejak kalah 4-1 dari Chelsea pada laga kandang, September lalu. Namun, Chelsea bisa bangkit dan mencetak gol lewat Sturridge yang tembakannya sempat dimentahkan kiper lawan Martin Dubravka.

    Ancelotti menurunkan Salomon Kalou untuk menggantikan Gael Kakuta, yang tampil mengecewakan. Pelatih veteran itu juga menurunkan dua pemain sayap untuk menggempur lini pertahanan Zilina, di mana pasukannya mulai mendominasi permainan.

    Alhasil, tembakan Didier Drogba dan Van Aanholt sempat membenur tiang sebelum Malouda mencetak gol kemenangan. “Saya pikir kami sudah tampil maksimal. Namun kami jelas kecewa kalah pada akhir permainan,” kata pelatih Zilina, Hapal, yang posisi timnya berada dalam bahaya terlempar dari fase grup dengan penampilan terburuk sejak mulai tampil di Liga Champions.

    Hapal menilai Chelsea memiliki banyak peluang terutama pada babak kedua. “Kami bisa saja kebobolan lebih banyak gol, jadi kami puas jika kalah hanya 2-1,” katanya.

    Pada pertandingan lain, Marseille menggebuk Spartak Moskow 3-0 pada laga tandang . Tiga gol armada Didier Deschamps dikemas Mathieu Valbuena (18),
    Loic Remy (54), dan Brandao (68).

    REUTERS | SOCCERNET | bagus wijanarko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.