Bepe: Masalah Boikot di Timnas Sudah Selesai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Pamungkas menunjukkan buku karyanya berjudul  BEPE20 'Ketika Jariku Menari' saat peluncuran buku tersebut di Jakarta, (16/4). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Bambang Pamungkas menunjukkan buku karyanya berjudul BEPE20 'Ketika Jariku Menari' saat peluncuran buku tersebut di Jakarta, (16/4). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemain tim sepak bola nasional, Bambang Pamungkas, mengatakan semua persoalan antara para pemain di timnas dan manajemen telah selesai. Para pemain siap bermain melawan Qatar dalam babak penyisihan Piala Dunia 2011.

    "Hari ini permasalahan timnas selesai," katanya usai bertemu dengan sejumlah pengurus Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Hotel Kempinski, Kamis, 22 September 2011.

    Bambang mengaku selama ini ada gesekan antara para pemain dan manajemen timnas serta dengan pelatih Wim Rijsbergen. Namun semua persoalan tersebut telah cair setelah beberapa pemain bertemu dengan manajemen timnas malam ini. "Akhirnya, kerikil-kerikil itu bisa kita hilangkan," katanya.

    Selain itu, Bambang juga memastikan ia dan teman-temannya akan siap melawan Qatar. Siapa pun yang terpilih, kata Bambang, pemain siap turun membantu timnas. "Kami siap 100 persen," katanya.

    Hal senada disampaikan Firman Utina. Ia memastikan tak akan ada lagi isu boikot timnas yang selama ini beredar. Rekan-rekannya di timnas, kata dia, siap membela penuh timnas. "Mungkin ada isu ada boikot di tim ini, saya rasa itu sudah tidak ada lagi," katanya.

    Selain Firman dan Bambang, pemain lain yang turut bertemu manajemen timnas malam ini antara lain Christian Gonzales, Markus Haris Maulana, dan M. Robi. Adapun manajemen timnas diwakili penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, dan koordinator timnas, Bob Hippy.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.